Kalimat sebab bahasa Jerman: weil, da, dan denn — susunan kata dan perbedaannya
weil dan da memindahkan verba ke akhir, denn mempertahankannya di posisi 2; weil = alasan baru, da = alasan yang sudah diketahui.
Aturan
Bahasa Jerman punya tiga kata untuk «karena»; bedanya pada susunan kata, bukan makna: weil dan da memindahkan verba yang dikonjugasi ke akhir klausanya, sedangkan denn membiarkannya di posisi 2.
- weil — pilihan netral: alasan baru, yaitu informasi yang ditanyakan pendengar. Hanya weil yang dapat berdiri sendiri sebagai jawaban atas Warum? («Mengapa?»), seperti «Karena …» dalam bahasa Indonesia: Warum kommst du nicht? — Weil ich arbeiten muss.
- da — alasannya sudah diketahui atau mudah ditebak, jadi disajikan sebagai latar, mirip «berhubung» atau «mengingat». da terdengar lebih resmi dan sering dipakai dalam tulisan.
- denn — alasan yang sama dengan struktur lain: sesudah denn menyusul kalimat utama yang lengkap, jadi verba tetap di posisi 2 tanpa inversi. denn tidak bisa menjawab Warum? sendirian.
Letak klausa. Klausa weil atau da boleh mengikuti kalimat utama atau berada di depan. Jika di depan, anak kalimat mengisi posisi 1, sehingga kalimat utama dimulai dengan verba yang dikonjugasi: Weil ich krank bin, bleibe ich zu Hause. Klausa da paling sering di depan, tetapi boleh juga di belakang. Klausa denn tidak pernah mendahului pernyataan yang dijelaskannya; ia menyusul sesudah koma atau sebagai kalimat baru yang merujuk balik (Ich nehme das Fahrrad. Denn der Bus fährt heute nicht.). Koma wajib sebelum ketiganya.
Di dalam klausa weil atau da, verba yang dikonjugasi berada paling akhir: verba modal (weil ich arbeiten muss), haben/sein dalam Perfekt (≈ lampau lisan) (weil ich zu viel gegessen habe), dan verba berawalan terpisah tidak dipisah (weil der Film um acht anfängt).
deshalb, darum, daher (juga deswegen) adalah adverbia, bukan konjungsi. Kata-kata ini memperkenalkan akibat («karena itu») dan mengisi posisi 1, sehingga subjek pindah ke belakang verba: Ich bin krank. Deshalb bleibe ich zu Hause.
Dalam percakapan santai weil sering diikuti verba di posisi 2 (weil ich bin müde), seperti denn — hanya bahasa lisan; dalam tulisan dan ujian verba di akhir.
Contoh
- Ich bleibe heute zu Hause, weil ich krank bin. — Hari ini saya tinggal di rumah karena saya sakit.
- Weil das Wetter schlecht ist, fahren wir mit dem Bus. — Karena cuacanya buruk, kami naik bus.
- Warum lernst du so viel? — Weil ich morgen eine Prüfung habe. — Mengapa kamu belajar begitu banyak? — Karena besok saya menempuh ujian.
- Ich kann heute nicht kommen, weil ich länger arbeiten muss. — Hari ini saya tidak bisa datang karena saya harus bekerja lebih lama.
- Da du schon hier bist, können wir gleich anfangen. — Berhubung kamu sudah di sini, kita bisa langsung mulai.
- Da der Zug Verspätung hatte, sind wir zu spät gekommen. — Berhubung keretanya terlambat, kami pun datang terlambat.
- Ich nehme das Fahrrad, denn der Bus fährt heute nicht. — Saya naik sepeda, sebab hari ini busnya tidak beroperasi.
- Wir müssen uns beeilen, denn der Film fängt um acht an. — Kita harus bergegas, sebab filmnya mulai pukul delapan.
- Der Bus fährt heute nicht. Deshalb nehme ich das Fahrrad. — Hari ini busnya tidak beroperasi. Karena itu saya naik sepeda.
Tabel
| Kata penghubung | Jenis | Verba yang dikonjugasi | Klausa boleh di depan? | Koma | Pemakaian khas |
|---|---|---|---|---|---|
| weil | subordinatif | di akhir klausanya | ya — kalimat utama lalu dimulai dengan verba | wajib | alasan baru; bisa menjawab Warum? sendirian |
| da | subordinatif | di akhir klausanya | ya — dan biasanya memang di depan | wajib | alasan yang sudah diketahui; lebih resmi, tulisan |
| denn | koordinatif (posisi 0) | posisi kedua, tanpa inversi | tidak — selalu menyusul pernyataannya | wajib | alasan sebagai kalimat utama kedua |
| Struktur | Kalimat |
|---|---|
| weil, alasan di belakang | Ich bleibe zu Hause, weil ich krank bin. |
| weil, alasan di depan | Weil ich krank bin, bleibe ich zu Hause. |
| da, alasan yang sudah diketahui | Da ich krank bin, bleibe ich zu Hause. |
| denn, alasan selalu menyusul | Ich bleibe zu Hause, denn ich bin krank. |
| deshalb, akibat | Ich bin krank. Deshalb bleibe ich zu Hause. |
Kesalahan umum
- ❌ Ich bleibe zu Hause, weil ich bin krank. → ✅ Ich bleibe zu Hause, weil ich krank bin. — sesudah weil verba yang dikonjugasi di akhir; verba di posisi 2 hanya lazim dalam percakapan santai.
- ❌ Weil ich krank bin, ich bleibe zu Hause. → ✅ Weil ich krank bin, bleibe ich zu Hause. — anak kalimat di depan mengisi posisi 1, jadi kalimat utama dimulai dengan verbanya.
- ❌ Ich nehme das Fahrrad, denn fährt der Bus heute nicht. → ✅ Ich nehme das Fahrrad, denn der Bus fährt heute nicht. — denn di posisi 0 tidak dihitung sebagai unsur kalimat, jadi tidak ada inversi.
- ❌ Denn der Bus heute nicht fährt, nehme ich das Fahrrad. → ✅ Weil der Bus heute nicht fährt, nehme ich das Fahrrad. — denn tidak mendahului pernyataannya dan tidak memindahkan verba ke akhir; alasan di depan memerlukan weil atau da.
- ❌ Ich bin krank, deshalb ich bleibe zu Hause. → ✅ Ich bin krank, deshalb bleibe ich zu Hause. — deshalb adalah adverbia di posisi 1, jadi subjek pindah ke belakang verba.
Pertanyaan umum
Apa beda weil, da, dan denn?
Ketiganya menyatakan alasan. weil dan da memindahkan verba yang dikonjugasi ke akhir klausanya, denn membiarkannya di posisi 2. weil memperkenalkan alasan baru, da alasan yang sudah diketahui pendengar, dan denn menambahkan alasan sebagai kalimat utama kedua.
Di mana letak verba sesudah weil?
Di akhir klausa weil: Ich bleibe zu Hause, weil ich krank bin. Jika klausa weil diletakkan di depan, ia mengisi posisi 1, sehingga kalimat utama dimulai dengan verba yang dikonjugasi: Weil ich krank bin, bleibe ich zu Hause.
Bolehkah kalimat bahasa Jerman dimulai dengan denn?
Hanya jika merujuk balik ke kalimat sebelumnya: Ich nehme das Fahrrad. Denn der Bus fährt heute nicht. denn tidak pernah mendahului pernyataan yang dijelaskannya, jadi alasan tidak bisa diletakkan di depan dengan denn — untuk itu pakailah weil atau da: Weil ich krank bin, bleibe ich zu Hause.
Apakah «weil ich bin müde» salah?
Dalam bahasa tulis dan resmi, ya — bentuk bakunya weil ich müde bin. Verba di posisi 2 sesudah weil sering terdengar dalam percakapan santai, dan dalam hal ini berfungsi seperti denn, tetapi tidak dipakai dalam tulisan atau ujian.
Apakah deshalb sama dengan weil?
Tidak. weil memperkenalkan alasan, deshalb (juga darum, daher, deswegen) memperkenalkan akibat, seperti «karena itu». deshalb adalah adverbia di posisi 1, jadi subjek menyusul verba: Ich bin krank. Deshalb bleibe ich zu Hause.

