Konjungsi subordinatif bahasa Jerman: dass, weil, wenn, ob, als — verba di akhir
Sesudah dass, weil, wenn, ob, als, obwohl, damit, bevor, nachdem, während verba yang dikonjugasi pindah ke akhir anak kalimat; koma wajib.
Aturan
Konjungsi subordinatif membuka anak kalimat (Nebensatz) dan memindahkan verba yang dikonjugasi ke posisi terakhir. Kalimat utama dan anak kalimat wajib dipisahkan koma, mana pun yang di depan (berbeda dengan und/oder, yang komanya opsional).
Sepuluh konjungsi A2 (makna di tabel): dass, weil, wenn, ob, als, obwohl, damit, bevor, nachdem, während. Subjek biasanya langsung menyusul konjungsi, sisanya berurutan biasa. Bagi penutur bahasa Indonesia ini baru: «karena» dan «bahwa» tidak menggeser verba.
Empat pola verba di akhir — verba sederhana berdiri sendiri, ditambah:
- Verba berawalan terpisah — awalan dan verba bersatu lagi menjadi satu kata: …, weil ich um sechs aufstehe.
- Verba modal (Modalverb) — infinitif di depan, verba modal yang dikonjugasi paling akhir: …, weil ich arbeiten muss.
- Perfekt (≈ lampau lisan) — partisip II (partisip lampau) di depan, verba bantu paling akhir: …, weil ich lange gearbeitet habe. Pengecualian: dalam Perfekt verba modal, verba bantu justru di depan (…, weil ich habe arbeiten müssen).
Anak kalimat di depan mengisi posisi 1 (Vorfeld), sehingga kalimat utama dimulai dengan verbanya — polanya verba, koma, verba: Weil ich müde bin, gehe ich ins Bett. und dan denn (posisi 0) tidak mengubah apa pun.
wenn, als, atau wann? Bahasa Indonesia memakai «ketika» untuk als maupun wenn yang bermakna waktu; wann = «kapan». als = satu peristiwa atau satu periode di masa lampau; wenn = peristiwa berulang di masa lampau («setiap kali»), semua syarat, serta waktu kini dan mendatang; wann hanya kata tanya, juga dalam pertanyaan tersisip (Ich weiß nicht, wann er kommt).
ob atau wenn? ob = «apakah»: pertanyaan ya-tidak yang tersisip, misalnya sesudah fragen, wissen, sich sicher sein. wenn («jika / ketika») = syarat atau waktu.
Catatan lain. Sesudah nachdem kala mundur selangkah (Plusquamperfekt (lampau sempurna) + Präteritum (lampau tulis) atau Perfekt, atau Perfekt + Präsens (kala kini)); bevor dan während memakai kala yang sama di kedua klausa. Dengan subjek berbeda hanya damit yang mungkin; dengan subjek sama biasanya um … zu. Sesudah verba berkata dan berpikir, dass boleh dihilangkan (seperti «bahwa»); klausanya lalu memakai susunan kalimat utama: Ich glaube, er kommt später. Ejaan: konjungsinya dass (dua s); das adalah artikel atau pronomina.
Contoh
- Ich weiß, dass du recht hast. — Saya tahu bahwa kamu benar.
- Wir bleiben zu Hause, weil es stark regnet. — Kami tetap di rumah karena hujan turun deras.
- Wenn ich Zeit habe, rufe ich dich an. — Kalau saya punya waktu, saya akan meneleponmu.
- Ich weiß nicht, ob der Zug pünktlich kommt. — Saya tidak tahu apakah keretanya datang tepat waktu.
- Als ich zehn Jahre alt war, sind wir nach Hamburg umgezogen. — Ketika saya berumur sepuluh tahun, kami pindah ke Hamburg.
- Er geht ins Büro, obwohl er Fieber hat. — Ia pergi ke kantor meskipun sedang demam.
- Ich schreibe alles auf, damit ich nichts vergesse. — Saya mencatat semuanya supaya saya tidak lupa apa pun.
- Bevor ich zur Arbeit fahre, bringe ich die Kinder in die Schule. — Sebelum berangkat kerja, saya mengantar anak-anak ke sekolah.
- Nachdem wir gegessen hatten, sind wir spazieren gegangen. — Setelah kami selesai makan, kami berjalan-jalan.
- Während ich koche, deckt mein Sohn den Tisch. — Sementara saya memasak, anak laki-laki saya menata meja.
Tabel
| Konjungsi | Makna | Contoh (verba di akhir dicetak tebal) |
|---|---|---|
| dass | bahwa (fakta, isi) | Ich weiß, dass du recht hast. |
| weil | karena (alasan) | Wir bleiben zu Hause, weil es stark regnet. |
| wenn | jika / setiap kali (syarat, waktu berulang atau mendatang) | Wenn ich Zeit habe, rufe ich dich an. |
| ob | apakah (pertanyaan ya-tidak) | Ich weiß nicht, ob der Zug pünktlich kommt. |
| als | ketika (satu peristiwa atau periode di masa lampau) | Als ich zehn war, sind wir umgezogen. |
| obwohl | meskipun (konsesif) | Er geht ins Büro, obwohl er Fieber hat. |
| damit | supaya (tujuan) | Ich schreibe alles auf, damit ich nichts vergesse. |
| bevor | sebelum | Bevor ich zur Arbeit fahre, bringe ich die Kinder in die Schule. |
| nachdem | setelah (satu langkah lebih jauh ke masa lampau) | Nachdem wir gegessen hatten, sind wir spazieren gegangen. |
| während | sementara (pada waktu yang sama) | Während ich koche, deckt mein Sohn den Tisch. |
| Jenis verba | Kalimat utama | Anak kalimat |
|---|---|---|
| verba sederhana | Ich bin müde. | …, weil ich müde bin. |
| verba berawalan terpisah | Ich stehe um sechs auf. | …, weil ich um sechs aufstehe. |
| verba modal + infinitif | Ich muss noch einkaufen. | …, weil ich noch einkaufen muss. |
| Perfekt | Ich habe den Film gesehen. | …, weil ich den Film gesehen habe. |
Kesalahan umum
- ❌ Wir bleiben zu Hause, weil es regnet stark. → ✅ Wir bleiben zu Hause, weil es stark regnet. — verba yang dikonjugasi berada di ujung anak kalimat.
- ❌ Weil es stark regnet, wir bleiben zu Hause. → ✅ Weil es stark regnet, bleiben wir zu Hause. — anak kalimat di depan mengisi posisi 1, jadi kalimat utama dimulai dengan verbanya.
- ❌ Ich weiß, dass er kann gut Deutsch sprechen. → ✅ Ich weiß, dass er gut Deutsch sprechen kann. — infinitif di depan, verba modal yang dikonjugasi paling akhir.
- ❌ Ich weiß nicht, wenn er heute kommt. → ✅ Ich weiß nicht, ob er heute kommt. — pertanyaan ya-tidak yang tersisip («apakah») memakai ob; wenn untuk syarat atau waktu.
- ❌ Wenn ich gestern nach Hause kam, war niemand da. → ✅ Als ich gestern nach Hause kam, war niemand da. — satu peristiwa lampau memakai als; wenn di masa lampau berarti «setiap kali».
Pertanyaan umum
Di mana letak verba sesudah dass, weil, wenn?
Di ujung anak kalimat: Ich bleibe zu Hause, weil ich müde bin. Dengan verba modal, infinitif di depan dan verba modal paling akhir (weil ich arbeiten muss); dalam Perfekt, partisip II di depan dan verba bantu paling akhir (weil ich gearbeitet habe); verba berawalan terpisah bersatu lagi dan ditulis sebagai satu kata (weil ich aufstehe).
Apa yang terjadi jika anak kalimat diletakkan di depan, dan apakah koma selalu perlu?
Anak kalimat lalu mengisi posisi 1 kalimat, sehingga kalimat utama dimulai dengan verbanya: Weil es stark regnet, bleiben wir zu Hause — verba, koma, verba. Koma antara kalimat utama dan anak kalimat wajib dalam kedua urutan.
wenn, als, atau wann?
als untuk satu peristiwa atau satu periode di masa lampau (Als ich zehn Jahre alt war, …); wenn untuk peristiwa berulang di masa lampau («setiap kali»), untuk syarat, serta untuk waktu kini dan mendatang. wann hanya kata tanya, juga dalam pertanyaan tidak langsung: Ich weiß nicht, wann er kommt.
ob atau wenn?
ob = «apakah», jika klausa itu berisi pertanyaan ya-tidak: Ich weiß nicht, ob der Zug pünktlich kommt. wenn = «jika / ketika», jika klausa itu menyatakan syarat atau waktu: Wenn ich Zeit habe, rufe ich dich an.
dass atau das — satu s atau dua?
dass dengan dua s adalah konjungsi yang membuka anak kalimat (Ich weiß, dass du recht hast). das dengan satu s adalah artikel atau pronomina dan dapat diganti dengan dieses atau welches. Ujinya: jika bisa diganti dieses, tulislah das.

