Konjungsi koordinatif bahasa Jerman: und, aber, oder, denn, sondern
und, aber, oder, denn, sondern berada di posisi 0: kalimat sesudahnya tetap memakai susunan biasa, verba di posisi 2. sondern hanya setelah negasi.
Aturan
und, aber, oder, denn dan sondern menghubungkan dua bagian yang setara — dua kalimat utama, atau dua kata atau frasa yang sejenis. Kelimanya berada di posisi 0: tidak dihitung sebagai unsur pertama, jadi sesudahnya berlaku susunan kalimat utama biasa — subjek (atau unsur lain) di posisi 1, verba yang dikonjugasi di posisi 2. Konjungsinya sendiri tidak memicu inversi (Inversion), berbeda dengan adverbia penghubung (Konjunktionaladverb) seperti deshalb.
Fungsi masing-masing:
- und — penambahan («dan»).
- aber — pertentangan atau pembatasan («tetapi»); kedua bagian bisa sama-sama benar.
- oder — pilihan («atau»).
- denn — alasan («sebab»); menjelaskan mengapa, tetapi tidak dapat menjawab Warum? («mengapa?») sendirian.
- sondern — koreksi sesudah negasi («melainkan»): bagian kedua menggantikan apa yang ditolak bagian pertama.
Jika kalimat sesudahnya dibuka dengan keterangan waktu atau tempat, subjek pindah ke belakang verba seperti biasa — bukan karena konjungsinya: …, denn morgen schreibe ich eine Prüfung.
aber atau sondern? Pola Indonesia «bukan …, melainkan …» sangat membantu: sondern hanya dipakai sesudah negasi (nicht, kein, nie) yang isinya diganti oleh bagian kedua — nicht mein Mantel, sondern deiner. Karena «tetapi» kadang juga dipakai dalam pola ini, uji negasi ini penting. Tanpa negasi hanya aber yang mungkin; sesudah negasi yang hanya dibatasi, bukan diganti, aber juga benar: Er ist nicht reich, aber zufrieden («Ia tidak kaya, tetapi puas»).
denn atau weil? Maknanya sama, strukturnya berbeda. Sesudah denn verba tetap di posisi 2, dan klausa denn hanya bisa mengikuti kalimat yang dijelaskannya (sesudah titik boleh membuka kalimat baru: Ich bleibe zu Hause. Denn ich bin müde.). weil adalah konjungsi subordinatif: verba pindah ke akhir, dan anak kalimatnya boleh di depan.
Koma. Sebelum aber, denn, sondern koma wajib, juga di antara frasa pendek (klein, aber hell; nicht heute, sondern morgen) — mirip aturan PUEBI untuk «tetapi» dan «melainkan». Di antara dua kalimat utama lengkap dengan und atau oder koma opsional. Jika und/oder hanya menghubungkan kata, frasa, atau predikat kedua dengan subjek yang tidak diulang, tidak ada koma.
Catatan: aber di dalam kalimat (Ich habe aber keine Zeit) adalah partikel tanpa tekanan, bukan konjungsi posisi 0.
Contoh
- Ich koche, und du deckst den Tisch. — Saya memasak, dan kamu menata meja.
- Ich stehe um sechs auf und gehe joggen. — Saya bangun pukul enam dan pergi joging.
- Wir gehen ins Kino oder wir bleiben zu Hause. — Kita pergi ke bioskop atau kita tinggal di rumah.
- Möchtest du Tee oder trinkst du lieber Kaffee? — Kamu ingin teh, atau kamu lebih suka minum kopi?
- Der Kurs ist teuer, aber er ist sehr gut. — Kursus itu mahal, tetapi sangat bagus.
- Die Wohnung ist klein, aber hell. — Apartemen itu kecil, tetapi terang.
- Ich komme später, denn ich habe noch einen Termin. — Saya datang nanti, sebab saya masih punya janji.
- Ich bleibe heute zu Hause, denn morgen schreibe ich eine Prüfung. — Hari ini saya tinggal di rumah, sebab besok saya menempuh ujian.
- Das ist nicht mein Mantel, sondern deiner. — Itu bukan mantel saya, melainkan mantelmu.
- Wir fahren nicht mit dem Auto, sondern mit dem Zug. — Kami tidak naik mobil, melainkan naik kereta.
Tabel
| Konjungsi | Fungsi | Koma sebelumnya | Susunan sesudahnya | Contoh |
|---|---|---|---|---|
| und | penambahan | opsional di antara dua kalimat utama | subjek + verba (posisi 2) | Ich koche, und du deckst den Tisch. |
| aber | pertentangan, pembatasan | wajib | subjek + verba (posisi 2) | Der Kurs ist teuer, aber er ist sehr gut. |
| oder | pilihan | opsional di antara dua kalimat utama | subjek + verba (posisi 2) | Wir gehen ins Kino oder wir bleiben zu Hause. |
| denn | alasan (menjelaskan mengapa) | wajib | subjek + verba (posisi 2) | Ich komme später, denn ich habe noch einen Termin. |
| sondern | koreksi sesudah negasi | wajib | subjek + verba (posisi 2) | Das ist nicht mein Mantel, sondern deiner. |
| Jenis | Posisi verba | Boleh mendahului kalimat yang dijelaskan? | Contoh | |
|---|---|---|---|---|
| denn | koordinatif (posisi 0) | posisi kedua | tidak — mengikuti kalimat itu | Ich bleibe zu Hause, denn ich bin müde. |
| weil | subordinatif | di akhir | ya — kalimat utama lalu mengalami inversi | Ich bleibe zu Hause, weil ich müde bin. / Weil ich müde bin, bleibe ich zu Hause. |
Kesalahan umum
- ❌ Ich komme später, denn habe ich noch einen Termin. → ✅ Ich komme später, denn ich habe noch einen Termin. — denn di posisi 0 tidak dihitung, jadi subjek tetap di posisi 1.
- ❌ Ich bleibe zu Hause, denn ich müde bin. → ✅ Ich bleibe zu Hause, denn ich bin müde. — hanya weil dan da yang memindahkan verba ke akhir; sesudah denn klausanya tetap kalimat utama.
- ❌ Das ist nicht mein Mantel, aber deiner. → ✅ Das ist nicht mein Mantel, sondern deiner. — bagian kedua menggantikan yang ditolak negasi; koreksi ini memerlukan sondern («melainkan»).
- ❌ Die Wohnung ist klein, sondern hell. → ✅ Die Wohnung ist klein, aber hell. — tidak ada negasi dan tidak ada yang diganti, jadi hanya aber.
- ❌ Ich rufe an aber es meldet sich niemand. → ✅ Ich rufe an, aber es meldet sich niemand. — koma wajib sebelum aber, denn, dan sondern.
Pertanyaan umum
Apakah susunan kata berubah sesudah und, aber, oder, denn, sondern?
Tidak. Kelima konjungsi ini berada di posisi 0, jadi kalimat sesudahnya dimulai seperti biasa: subjek, lalu verba yang dikonjugasi di posisi 2. Subjek baru pindah ke belakang verba jika kalimat itu sendiri dibuka dengan keterangan waktu atau tempat — karena alasan biasa, bukan karena konjungsinya.
Kapan memakai sondern dan kapan aber?
sondern hanya dipakai sesudah negasi (nicht, kein, nie) yang isinya diganti oleh bagian kedua, seperti «bukan A, melainkan B»: Das ist nicht mein Mantel, sondern deiner. Dalam semua kasus lain — juga sesudah negasi yang hanya dibatasi — dipakai aber.
Apa beda denn dan weil?
Alasannya sama, strukturnya berbeda. Sesudah denn verba tetap di posisi 2 dan klausa denn hanya bisa mengikuti kalimat yang dijelaskannya (Ich bleibe zu Hause, denn ich bin müde). weil memindahkan verba yang dikonjugasi ke akhir (weil ich müde bin), dan anak kalimatnya boleh juga diletakkan di depan; kalimat utama lalu mengalami inversi.
Apakah perlu koma sebelum und dan oder?
Di antara dua kalimat utama yang lengkap koma bersifat opsional; pakailah jika memudahkan pembaca. Jika und/oder hanya menghubungkan kata, frasa, atau predikat kedua tanpa subjek baru, tidak ada koma. Sebelum aber, denn, dan sondern koma wajib, juga di antara frasa pendek.
Bolehkah klausa denn diletakkan di depan?
Tidak. denn hanya bisa mengikuti kalimat yang dijelaskannya; alasan yang diletakkan di depan memerlukan weil atau da. Sesudah titik denn boleh membuka kalimat baru: Ich bleibe zu Hause. Denn ich bin müde. Kata denn dalam pertanyaan (Was machst du denn?) adalah partikel — pemakaian lain dari kata yang sama.

