BRAGIflash
Download on the App StoreGet it on Google Play
A1Pemula3 menit bacaDiperbarui

Urutan kata bahasa Jerman: verba di posisi kedua, kalimat tanya, dan kurung verba

Dalam kalimat pernyataan, verba yang dikonjugasi menempati posisi kedua; pertanyaan ya-tidak menaruhnya di posisi 1, bagian verba kedua di akhir.

Aturan

Dalam kalimat utama berupa pernyataan, verba yang dikonjugasi selalu menjadi unsur kedua — posisi kedua, bukan kata kedua. Semua unsur lain menyesuaikan diri dengan posisi tetap itu.

Bahasa Indonesia berpegang pada urutan subjek – predikat – objek. Bahasa Jerman leluasa di bagian depan, tetapi ketat pada posisi verba.

  • Posisi 1 diisi tepat satu unsur: subjek, keterangan waktu, keterangan tempat, atau objek. Ich, Morgen, dan Nach dem Kurs masing-masing mengisi posisi 1 sepenuhnya, walaupun terdiri atas beberapa kata.
  • Inversi (Inversion): begitu posisi 1 diisi unsur selain subjek, subjek pindah tepat ke belakang verba: Ich fahre morgen nach Berlin → Morgen fahre ich nach Berlin. Dalam bahasa Indonesia «Besok saya pergi» tetap subjek – predikat; dalam bahasa Jerman urutannya menjadi «Besok pergi saya». Verba tidak meninggalkan posisi 2 — hanya unsur di depannya yang berganti.
  • Pertanyaan ya-tidak menaruh verba di posisi 1, langsung diikuti subjek: Fährst du nach Hamburg? Tidak ada kata seperti «apakah»; posisi verbalah yang menandai pertanyaan. Urutan pernyataan dengan intonasi naik (Du kommst heute Abend mit?) memang gramatikal, tetapi bersifat lisan — pertanyaan untuk memastikan, bukan bentuk netral. Pada pertanyaan dengan kata tanya (W-Frage) kata tanya berada di posisi 1 dan verba tetap di posisi 2: Wann beginnt der Film?
  • Kurung verba (Verbklammer): dengan verba modal (Modalverb) + infinitif atau dengan verba berawalan terpisah, verba terbagi dua. Bagian yang dikonjugasi tetap di posisi 2, sedangkan infinitif atau awalan terpisah pindah ke akhir kalimat: Ich muss heute lange arbeiten. Der Kurs fängt um neun Uhr an. Semua informasi lain berada di antara kedua kurung itu, di medan tengah (Mittelfeld). Perfekt (kala lampau lisan) membentuk kurung yang sama (bab tersendiri).
  • Posisi 0: konjungsi koordinatif und, aber, oder, denn, sondern tidak menempati posisi 1. Klausa di belakangnya tetap memerlukan satu unsur di depan verba: biasanya subjek (…, denn ich arbeite in Wien), tetapi unsur lain pun boleh di depan, lalu subjek menyusul verba (…, aber morgen fahre ich weg).

Anak kalimat dengan weil, dass, wenn (verba di akhir) dan urutan keterangan di dalam medan tengah dibahas di bab tersendiri.

Contoh

  • Ich fahre morgen nach Berlin. — Saya pergi ke Berlin besok.
  • Morgen fahre ich nach Berlin. — Besok saya pergi ke Berlin. (keterangan waktu di posisi 1)
  • Nach dem Kurs trinken wir einen Kaffee. — Sesudah kursus kita minum kopi.
  • Fährst du am Wochenende nach Hamburg? — Apakah kamu pergi ke Hamburg akhir pekan ini?
  • Kommst du heute Abend mit? — Kamu ikut nanti malam?
  • Wann beginnt der Film? — Kapan filmnya mulai?
  • Ich muss heute lange arbeiten. — Hari ini saya harus bekerja sampai larut.
  • Am Samstag wollen wir ins Kino gehen. — Hari Sabtu kami mau pergi ke bioskop.
  • Der Kurs fängt um neun Uhr an. — Kursusnya dimulai pukul sembilan.
  • Heute kann ich leider nicht kommen. — Sayang sekali, hari ini saya tidak bisa datang.
  • Ich lerne Deutsch, denn ich arbeite in Wien. — Saya belajar bahasa Jerman, sebab saya bekerja di Wina.

Tabel

Jenis kalimat Posisi 1 Posisi 2 Contoh
pernyataan satu unsur (subjek, waktu, tempat …) verba yang dikonjugasi Morgen fahre ich nach Berlin.
pertanyaan ya-tidak verba yang dikonjugasi subjek Fährst du morgen nach Berlin?
pertanyaan dengan kata tanya kata tanya verba yang dikonjugasi Wann fährst du nach Berlin?
Posisi 1 Posisi 2: verba yang dikonjugasi Medan tengah Akhir: bagian verba kedua
Ich fahre morgen nach Berlin —
Morgen fahre ich nach Berlin —
Ich muss heute lange arbeiten
Am Samstag wollen wir ins Kino gehen
Der Kurs fängt um neun Uhr an
(denn) ich arbeite in Wien —

denn berada di posisi 0 dan tidak dihitung; posisi 1 tetap harus diisi — di sini oleh subjek, tetapi unsur lain pun bisa menempatinya.

Kesalahan umum

  • ❌ Morgen ich fahre nach Berlin. → ✅ Morgen fahre ich nach Berlin. — di depan verba yang dikonjugasi hanya boleh ada satu unsur; subjek pindah ke belakang verba.
  • ❌ Ich muss arbeiten heute lange. → ✅ Ich muss heute lange arbeiten. — infinitif menutup kurung verba sebagai kata terakhir.
  • ❌ Ich aufstehe um sechs Uhr. → ✅ Ich stehe um sechs Uhr auf. — dalam kalimat utama, awalan verba berawalan terpisah pindah ke akhir.
  • ❌ Kommst heute Abend du mit? → ✅ Kommst du heute Abend mit? — dalam pertanyaan ya-tidak, subjek berdiri tepat di belakang verba yang dikonjugasi, sebelum semua informasi lain.
  • ❌ Ich lerne Deutsch, denn arbeite ich in Wien. → ✅ Ich lerne Deutsch, denn ich arbeite in Wien. — denn berada di posisi 0 dan tidak mengisi posisi 1, jadi verba tetap memerlukan satu unsur di depannya.

Pertanyaan umum

Di mana letak verba dalam kalimat bahasa Jerman?

Dalam kalimat utama berupa pernyataan, verba yang dikonjugasi selalu menjadi unsur kedua; unsur lain menyesuaikan diri di sekitarnya: Ich fahre morgen nach Berlin — Morgen fahre ich nach Berlin.

Mengapa subjek berada di belakang verba dalam Morgen fahre ich?

Karena posisi 1 sudah diisi Morgen. Di depan verba hanya boleh ada satu unsur, jadi subjek pindah tepat ke belakang verba. Gejala ini disebut inversi (Inversion); verba tetap di posisi 2.

Bagaimana membuat pertanyaan ya-tidak dalam bahasa Jerman?

Letakkan verba yang dikonjugasi di posisi 1 dan subjek langsung sesudahnya: Fährst du nach Hamburg? Tidak ada kata tanya dan tidak ada padanan «apakah»; jawabannya ja atau nein.

Di mana verba kedua pada verba modal dan verba berawalan terpisah?

Di akhir kalimat. Verba yang dikonjugasi tetap di posisi 2, infinitif atau awalan terpisah menutup kurung verba, dan semua informasi lain berada di antaranya: Ich muss heute lange arbeiten. Der Kurs fängt um neun Uhr an.

Apakah urutan kata berubah setelah und, aber, atau denn?

Tidak. Konjungsi ini berada di posisi 0 dan tidak dihitung, jadi klausa sesudahnya adalah kalimat utama biasa: di depan verba harus ada satu unsur — biasanya subjek (denn ich arbeite in Wien), tetapi boleh juga unsur lain, lalu subjek menyusul verba (aber morgen fahre ich weg).