Adverbia penghubung (deshalb, trotzdem, außerdem) dalam bahasa Jerman: posisi dan urutan kata
deshalb, trotzdem, außerdem dan sejenisnya adalah adverbia, bukan konjungsi: di posisi 1 verba menyusul di posisi 2 dan subjek pindah ke belakangnya.
Aturan
Adverbia penghubung (Konjunktionaladverb) seperti deshalb, trotzdem, außerdem, dann, sonst mengaitkan kalimat dengan kalimat sebelumnya, tetapi kata-kata ini adverbia, bukan konjungsi. Itulah kunci urutan katanya: adverbia adalah unsur kalimat yang utuh dan menempati satu posisi, konjungsi koordinatif tidak.
Ada dua letak:
- Posisi 1 (Vorfeld). Adverbia mengisi posisi 1, verba yang dikonjugasi menyusul di posisi 2, dan subjek pindah ke belakang verba (inversi, Inversion): Ich bin krank, deshalb bleibe ich zu Hause.
- Medan tengah (Mittelfeld). Subjek membuka kalimat, adverbia berdiri di awal medan tengah, langsung setelah verba dan pronomina yang ada: Ich bleibe deshalb zu Hause. Tempatnya bukan di akhir kalimat.
Perangkap bagi penutur bahasa Indonesia: setelah «karena itu» atau «selain itu» urutan subjek–predikat tidak berubah («karena itu saya tinggal di rumah»), sedangkan bahasa Jerman membaliknya.
Tiga jenis penghubung. Konjungsi koordinatif berdiri di posisi 0 dan tidak mengubah apa pun; adverbia penghubung mengisi posisi 1 sehingga terjadi inversi; konjungsi subordinatif mengirim verba yang dikonjugasi ke akhir. Setelah anak kalimat weil atau obwohl di depan, kalimat utama langsung dimulai dengan verbanya, jadi posisi 1 tidak tersisa untuk deshalb atau trotzdem. Di medan tengah adverbia itu boleh tetap ada, dan obwohl … trotzdem lazim: Obwohl es regnet, gehen wir trotzdem spazieren.
Lima kelompok makna:
- kausal / konsekutif (akibat dari yang disebut sebelumnya): deshalb, deswegen, darum, daher, folglich, also;
- konsesif / adversatif (pengakuan: «meskipun» / pertentangan: «sedangkan»; di sini: pertentangan, pembatasan, pengganti): trotzdem, dennoch, allerdings, jedoch, stattdessen;
- aditif (satu hal tambahan): außerdem;
- temporal (langkah berikutnya): dann, danach;
- kondisional (yang terjadi bila syarat tidak dipenuhi): sonst.
Dalam kelompok kausal hanya ragamnya yang berbeda: deshalb netral, deswegen dan darum lebih lisan, daher dan folglich lebih formal, also menarik kesimpulan («jadi, maka»).
Tanda baca. Kedua bagian adalah kalimat utama, jadi dipisahkan dengan koma, titik koma, atau titik; adverbia tidak menggantikan tanda baca. Catatan: jedoch juga boleh berdiri di depan subjek tanpa inversi, seperti aber (…, jedoch er kam nicht) — keduanya baku; also bukan «juga» seperti dalam bahasa Inggris («juga» = auch).
Contoh
- Der Bus fährt heute nicht, deshalb nehme ich das Fahrrad. — Hari ini busnya tidak beroperasi, karena itu saya naik sepeda.
- Das Wetter war schlecht, trotzdem sind wir spazieren gegangen. — Cuacanya buruk, meskipun begitu kami tetap berjalan-jalan.
- Die Wohnung ist teuer, außerdem ist sie zu klein. — Apartemen itu mahal, selain itu terlalu kecil.
- Zuerst räume ich die Küche auf, danach mache ich die Wäsche. — Pertama saya membereskan dapur, sesudah itu saya mencuci pakaian.
- Beeil dich, sonst verpassen wir den Zug. — Cepatlah, kalau tidak kita ketinggalan kereta.
- Ich habe deine Nachricht gelesen, allerdings hatte ich keine Zeit zu antworten. — Saya sudah membaca pesanmu, hanya saja saya tidak sempat membalasnya.
- Der Laden war geschlossen, also sind wir ins Café gegangen. — Tokonya tutup, jadi kami pergi ke kafe.
- Wir fahren nicht mit dem Auto, stattdessen nehmen wir den Zug. — Kami tidak pergi dengan mobil, sebagai gantinya kami naik kereta.
- Ich bin erkältet; ich bleibe deshalb heute im Homeoffice. — Saya pilek; karena itu hari ini saya bekerja dari rumah.
Tabel
| Kelompok | Adverbia | Makna | Contoh |
|---|---|---|---|
| kausal / konsekutif | deshalb, deswegen, darum, daher, folglich, also | akibat dari yang disebut sebelumnya | Es hat geschneit, deshalb fahren keine Busse. |
| konsesif / adversatif | trotzdem, dennoch, allerdings, jedoch, stattdessen | pertentangan, pembatasan, pengganti | Es hat geschneit, trotzdem fahren die Busse. |
| aditif | außerdem | satu hal tambahan | Der Zug ist teuer, außerdem ist er langsam. |
| temporal | dann, danach | langkah berikutnya dalam urutan | Ich frühstücke, dann fahre ich ins Büro. |
| kondisional | sonst | yang terjadi bila syarat tidak dipenuhi | Nimm einen Schirm, sonst wirst du nass. |
| Jenis | Contoh kata | Posisi penghubung | Posisi verba | Contoh |
|---|---|---|---|---|
| konjungsi koordinatif | und, aber, oder, denn, sondern | posisi 0 (tidak dihitung) | subjek di posisi 1, verba di posisi 2 | Ich bleibe zu Hause, denn ich bin krank. |
| adverbia penghubung | deshalb, trotzdem, außerdem, dann, sonst | posisi 1 — atau di medan tengah | verba di posisi 2, subjek sesudahnya | Ich bin krank, deshalb bleibe ich zu Hause. |
| konjungsi subordinatif | weil, obwohl, wenn, dass | membuka anak kalimat | verba yang dikonjugasi di akhir | Ich bleibe zu Hause, weil ich krank bin. |
Kesalahan umum
- ❌ Ich bin krank, deshalb ich bleibe zu Hause. → ✅ Ich bin krank, deshalb bleibe ich zu Hause. — deshalb mengisi posisi 1, jadi verba menyusul di posisi 2 dan subjek sesudahnya.
- ❌ Der Zug ist teuer, außerdem er langsam ist. → ✅ Der Zug ist teuer, außerdem ist er langsam. — adverbia penghubung tidak membuka anak kalimat, jadi verbanya tidak pindah ke akhir (itu tugas obwohl atau weil).
- ❌ Weil ich krank bin, deshalb bleibe ich zu Hause. → ✅ Weil ich krank bin, bleibe ich zu Hause. — anak kalimat di depan sudah mengisi posisi 1 dan sudah menyebut alasannya.
- ❌ Ich bleibe zu Hause deshalb. → ✅ Ich bleibe deshalb zu Hause. — di dalam kalimat, penghubung berdiri di awal medan tengah, bukan di akhir.
- ❌ Ich bin krank deshalb bleibe ich zu Hause. → ✅ Ich bin krank, deshalb bleibe ich zu Hause. — dua kalimat utama memerlukan koma (atau titik koma, titik); adverbia tidak menggantikan tanda baca.
Pertanyaan umum
Mengapa «deshalb bleibe ich», bukan «deshalb ich bleibe»?
Karena deshalb adalah adverbia yang mengisi posisi 1. Verba yang dikonjugasi tetap di posisi 2, sehingga subjek harus pindah ke belakangnya. Hal yang sama berlaku untuk trotzdem, außerdem, dann, sonst, dan anggota kelompok lainnya.
Apa beda deshalb dan weil, serta trotzdem dan obwohl?
weil dan obwohl adalah konjungsi subordinatif: keduanya memperkenalkan alasan atau konsesi (pengakuan) dan mendorong verba yang dikonjugasi ke akhir anak kalimatnya. deshalb dan trotzdem adalah adverbia dalam kalimat utama dan memperkenalkan akibat atau pertentangan. Keduanya tidak bisa sama-sama mengisi posisi 1 kalimat utama; di medan tengah adverbia boleh tetap ada: Obwohl es regnet, gehen wir trotzdem spazieren.
Apakah penghubungnya harus berdiri di awal kalimat?
Tidak. Ia juga bisa berdiri di awal medan tengah, langsung setelah verba yang dikonjugasi dan pronomina yang ada: Ich bleibe deshalb zu Hause. Dalam hal ini subjek tetap di posisi 1 dan tidak terjadi inversi. Yang tidak benar adalah meletakkannya di akhir kalimat.
Koma, titik koma, atau titik sebelum deshalb?
Ketiganya benar, karena kedua bagian adalah kalimat utama yang lengkap: Ich bin krank, deshalb bleibe ich zu Hause. / Ich bin krank; deshalb … / Ich bin krank. Deshalb … Yang tidak boleh adalah menghilangkan tanda bacanya.
deshalb, deswegen, darum, daher — apakah ada bedanya?
Maknanya bisa saling menggantikan. deshalb adalah pilihan netral, deswegen dan darum lebih lisan, daher dan folglich lebih formal atau tertulis, dan also menandai kesimpulan. Hati-hati: also dalam bahasa Jerman berarti «jadi, maka», bukan «juga» seperti also dalam bahasa Inggris — «juga» adalah auch.

