BRAGIflash
Download on the App StoreGet it on Google Play
A1Pemula3 menit bacaDiperbarui

Kala kini (Präsens) bahasa Jerman: akhiran verba dan perubahan vokal

Kata dasar + -e, -st, -t, -en, -t, -en; banyak verba kuat juga mengubah vokal (a→ä, e→i, e→ie) pada bentuk du dan er/sie/es.

Aturan

Verba bahasa Jerman dikonjugasi dengan akhiran: ambil infinitif, buang -en (atau hanya -n pada sammeln, ändern, tun), lalu tambahkan akhiran orang pada kata dasar (Stamm) — mach-en → ich mache, du machst, er macht, wir machen, ihr macht, sie/Sie machen. Bentuk wir, sie, dan Sie sama dengan infinitif (satu-satunya pengecualian: sein). Bagi penutur bahasa Indonesia ini sepenuhnya baru, karena verba Indonesia tidak berubah menurut orang («saya makan», «dia makan»).

Tiga aturan ejaan menjaga pengucapan:

  • Kata dasar berakhiran -d atau -t, atau konsonan + -m/-n yang sulit diucapkan tanpa vokal (arbeiten, warten, finden, antworten, atmen, rechnen, öffnen), mendapat sisipan -e- sebelum -st dan -t: du arbeitest, er arbeitet, ihr arbeitet. Pengecualian: tidak ada sisipan jika konsonan sebelum -m/-n adalah l, r, atau h atau jika m/n-nya ganda (lernen → du lernst, wohnen → du wohnst, filmen → du filmst, kämmen → du kämmst), dan bentuk verba kuat yang vokalnya berubah juga tidak mendapatkannya (halten → du hältst, er hält; raten → du rätst, er rät; tetapi ihr haltet).
  • Kata dasar berakhiran -s, -ß, -z, -x (reisen, heißen, tanzen, sitzen, putzen, mixen) hanya mendapat -t pada bentuk du, sehingga bentuk du sama dengan bentuk er: du heißt / er heißt.
  • Infinitif berakhiran -eln (sammeln, lächeln) kehilangan e kata dasar pada bentuk ich: ich sammle, ich lächle. Infinitif berakhiran -ern (ändern, wandern) mempertahankannya: ich ändere, ich wandere (ich ändre adalah varian opsional).

Hal kedua adalah perubahan vokal kata dasar pada sebagian verba kuat, yang terjadi hanya pada du dan er/sie/es — tidak pada ich, wir, ihr, atau sie/Sie:

  • a → ä: fahren, schlafen, tragen, fallen, halten (du hältst, er hält), raten (du rätst, er rät)
  • au → äu: laufen (du läufst, er läuft)
  • e → i: sprechen, helfen, essen (du isst), geben (du gibst), treffen, nehmen (du nimmst, er nimmt)
  • e → ie: sehen, lesen (du liest), empfehlen

Verba mana yang berubah tidak dapat ditebak dari ejaannya, jadi hafalkan bentuk du bersama infinitifnya. sein, haben, werden, möchten dan verba modal mempunyai pola sendiri; verba berawalan terpisah mengirim awalannya ke akhir kalimat.

Präsens (kala kini) hanya satu, tetapi cakupannya luas: yang sedang terjadi, kebiasaan, fakta umum, dan — dengan keterangan waktu — masa depan. Tidak ada bentuk progresif tersendiri; nuansanya diberikan oleh gerade, immer, oft. Dengan seit, Präsens menyatakan sesuatu yang dimulai di masa lalu dan masih berlangsung, walaupun bahasa Indonesia berkata «sudah».

Contoh

  • Ich lerne jeden Tag zwanzig neue Wörter. — Saya belajar dua puluh kata baru setiap hari.
  • Arbeitest du auch am Wochenende? — Apakah kamu juga bekerja pada akhir pekan?
  • Er fährt jeden Morgen mit dem Rad ins Büro. — Setiap pagi dia bersepeda ke kantor.
  • Was liest du gerade? — Apa yang sedang kamu baca?
  • Wir sprechen zu Hause nur Deutsch. — Di rumah kami hanya berbicara bahasa Jerman.
  • Ihr wartet schon eine halbe Stunde. — Kalian sudah menunggu setengah jam.
  • Wie heißt deine Schwester? — Siapa nama saudara perempuanmu?
  • Sie sammelt alte Postkarten. — Dia (perempuan) mengoleksi kartu pos lama.
  • Morgen beginnt der Kurs um neun Uhr. — Besok kursusnya dimulai pukul sembilan.
  • Ich wohne seit zwei Jahren in Hamburg. — Saya sudah dua tahun tinggal di Hamburg.

Tabel

Persona Akhiran machen arbeiten heißen fahren (a→ä) sprechen (e→i) sehen (e→ie)
ich -e mache arbeite heiße fahre spreche sehe
du -st machst arbeitest heißt fährst sprichst siehst
er/sie/es -t macht arbeitet heißt fährt spricht sieht
wir -en machen arbeiten heißen fahren sprechen sehen
ihr -t macht arbeitet heißt fahrt sprecht seht
sie/Sie -en machen arbeiten heißen fahren sprechen sehen
Perubahan Infinitif du er/sie/es
a → ä fahren fährst fährt
au → äu laufen läufst läuft
e → i nehmen nimmst nimmt
e → ie lesen liest liest

Kesalahan umum

  • ❌ Du arbeitst heute lange. → ✅ Du arbeitest heute lange. — kata dasar berakhiran -d atau -t mendapat sisipan -e- sebelum akhiran.
  • ❌ Er sprecht sehr schnell. → ✅ Er spricht sehr schnell. — sprechen adalah verba kuat, jadi e berubah menjadi i pada bentuk er/sie/es.
  • ❌ Wie heißst du? → ✅ Wie heißt du? — setelah -s, -ß, -z, atau -x akhiran du hanya -t.
  • ❌ Ihr fährt nach Wien. → ✅ Ihr fahrt nach Wien. — perubahan vokal hanya terjadi pada du dan er/sie/es; ihr memakai kata dasar biasa.
  • ❌ Ich habe seit zwei Jahren in Hamburg gewohnt. → ✅ Ich wohne seit zwei Jahren in Hamburg. — dengan seit, tindakan yang masih berlangsung tetap memakai Präsens.

Topik terkait

Pelajari pronomina persona bersama akhiran ini; letak verba dalam kalimat dibahas di bab urutan kata.

Pertanyaan umum

Apa saja akhiran kala kini (Präsens) dalam bahasa Jerman?

Buang -en/-n dari infinitif, lalu tambahkan -e (ich), -st (du), -t (er/sie/es), -en (wir), -t (ihr), -en (sie/Sie). Bentuk wir, sie, dan Sie sama dengan infinitif — hanya sein yang menyimpang dari aturan ini.

Verba Jerman mana yang mengubah vokal pada kala kini, dan pada bentuk apa?

Verba kuat, dan hanya pada bentuk du dan er/sie/es: a→ä (fahren → du fährst, raten → er rät), au→äu (laufen → du läufst), e→i (sprechen → du sprichst, nehmen → du nimmst), e→ie (lesen → du liest). Daftarnya perlu dihafal per verba; ich, wir, ihr, dan sie/Sie tetap memakai kata dasar biasa.

Mengapa du arbeitest, bukan du arbeitst?

Jika kata dasar berakhiran -d atau -t, atau konsonan + -m/-n yang sulit diucapkan (atmen, rechnen), disisipkan -e- agar akhirannya tetap terdengar: du arbeitest, er arbeitet, ihr arbeitet. Tidak ada sisipan jika -m/-n didahului l, r, atau h atau jika m/n-nya ganda (du lernst, du wohnst, du kämmst), dan juga tidak pada bentuk verba kuat yang vokalnya berubah (du hältst, tetapi ihr haltet).

Apakah bahasa Jerman punya bentuk progresif seperti «sedang bekerja»?

Tidak. Hanya ada satu kala kini, sehingga ich arbeite berarti «saya bekerja» sekaligus «saya sedang bekerja». Kata seperti gerade, immer, atau oft yang memberi nuansanya.

Bisakah kala kini dipakai untuk masa depan?

Bisa. Dengan keterangan waktu (morgen, nächste Woche), inilah cara yang paling lazim: Morgen beginnt der Kurs um neun Uhr. Futur I dengan werden terutama dipakai untuk prakiraan dan janji.