sein, haben, dan möchten dalam bahasa Jerman: bentuk kala kini dan pemakaiannya
sein menyatakan siapa seseorang, haben apa yang dimilikinya, möchten apa yang diinginkannya: bin/bist/ist, habe/hast/hat, möchte/möchtest.
Aturan
sein («adalah, berada»), haben («punya, mempunyai») dan möchten («ingin») menopang hampir setiap percakapan pemula, dan ketiganya tidak beraturan — jadi pelajarilah sebagai satu paket, bukan satu per satu.
sein menyatakan «siapa», «bagaimana», atau «di mana» seseorang: identitas (Ich bin Anna), asal (Ich bin aus Polen), profesi (Ich bin Lehrerin), usia (Ich bin 25 Jahre alt), keadaan (Ich bin müde), tempat (Wir sind zu Hause). Perhatikan: bahasa Indonesia sering tidak memakai kata kerja di sini («Saya guru», «Saya lelah»), sedangkan kalimat Jerman wajib memakai sein. Setelah sein, profesi atau kebangsaan dipakai tanpa artikel, sama seperti «Saya guru»: Ich bin Lehrerin. Usia dinyatakan dengan sein + (Jahre) alt, bukan dengan haben: Ich bin 25 Jahre alt. Kalimat dengan sein dinegasikan dengan nicht: Ich bin nicht müde.
haben menyatakan apa yang dimiliki seseorang — barang, keluarga, janji temu. Tiga ungkapan tetap perlu diperhatikan, karena dalam hal ini bahasa Indonesia cukup memakai kata sifat: Hunger haben («lapar»), Durst haben («haus»), Angst haben («takut»). Ungkapan tetap lainnya adalah Zeit haben («punya waktu»), Lust haben («berminat»), recht haben («benar») dan Geburtstag haben («berulang tahun»). Benda yang dimiliki adalah objek langsung (Akkusativ) dan dinegasikan dengan kein: Ich habe kein Auto.
möchten menyatakan keinginan yang sopan. Asalnya adalah Konjunktiv II (pengandaian) dari mögen, tetapi pada tingkat ini ia dipakai sebagai verba tersendiri yang mengikuti pola modal: bentuk ich dan er/sie/es sama dan tanpa -t — jadi er möchte, bukan er möchtet; -t baru muncul pada du möchtest dan ihr möchtet. möchten juga tidak punya infinitif dan bentuk lampau sendiri: di kamus Anda mencarinya sebagai mögen, dan untuk masa lampau dipakai wollte (ich möchtete tidak ada). Ada dua struktur:
- dengan objek Akkusativ: Ich möchte einen Kaffee.
- dengan verba kedua yang tetap berbentuk infinitif di akhir kalimat: Wir möchten heute ins Kino gehen. Kerangka verba yang dikonjugasi + infinitif ini disebut kurung verba (Verbklammer). Bahasa Indonesia meletakkan kedua verba berdampingan («ingin pergi»), bahasa Jerman memindahkan infinitif ke ujung.
Bedakan möchten dari mögen: Ich mag Kaffee berarti Anda suka kopi secara umum; Ich möchte einen Kaffee berarti Anda ingin secangkir kopi sekarang.
Bentuk lampau war dan hatte serta pemakaian haben dan sein sebagai verba bantu kala Perfekt (lampau lisan) dibahas di bab lain — pada A1 cukup kala kini.
Contoh
- Ich bin Lehrerin und komme aus Bremen. — Saya guru (perempuan) dan berasal dari Bremen.
- Bist du heute müde? — Apakah kamu lelah hari ini?
- Meine Schwester ist 25 Jahre alt. — Saudara perempuan saya berumur 25 tahun.
- Am Samstag sind wir zu Hause. — Pada hari Sabtu kami ada di rumah.
- Habt ihr morgen Zeit? — Apakah kalian punya waktu besok?
- Sie hat einen Hund und zwei Katzen. — Dia (perempuan) punya seekor anjing dan dua ekor kucing.
- Ich habe Hunger und Durst. — Saya lapar dan haus.
- Ich möchte einen Kaffee, bitte. — Tolong, saya ingin secangkir kopi.
- Möchten Sie noch etwas trinken? — Apakah Anda ingin minum sesuatu lagi?
- Wir möchten am Wochenende nach Berlin fahren. — Kami ingin pergi ke Berlin pada akhir pekan.
Tabel
| Persona | sein | haben | möchten |
|---|---|---|---|
| ich | bin | habe | möchte |
| du | bist | hast | möchtest |
| er/sie/es | ist | hat | möchte |
| wir | sind | haben | möchten |
| ihr | seid | habt | möchtet |
| sie/Sie | sind | haben | möchten |
Kesalahan umum
- ❌ Ich bin Hunger. → ✅ Ich habe Hunger. — Hunger, Durst, dan Angst dipakai dengan haben, meskipun bahasa Indonesia cukup berkata «saya lapar».
- ❌ Du hast 20 Jahre. → ✅ Du bist 20 Jahre alt. — usia dinyatakan dengan sein + (Jahre) alt, tidak dengan haben.
- ❌ Ihr sind aus Wien. → ✅ Ihr seid aus Wien. — bentuk ihr dari sein adalah seid; sind milik wir dan sie/Sie.
- ❌ Er möchtet einen Tee. → ✅ Er möchte einen Tee. — pola modal: bentuk er/sie/es tanpa -t.
- ❌ Ich möchte nach Hause gehe. → ✅ Ich möchte nach Hause gehen. — verba kedua tetap infinitif di akhir kalimat (Verbklammer).
Topik terkait
Akhiran kala kini yang beraturan, verba modal lain yang memiliki pola tanpa -t seperti möchten, negasi dengan kein dan nicht, serta kala Perfekt dengan haben dan sein sebagai verba bantu masing-masing dibahas di bab tersendiri.
Pertanyaan umum
Bagaimana konjugasi sein dan haben dalam kala kini?
sein: ich bin, du bist, er/sie/es ist, wir sind, ihr seid, sie/Sie sind. haben: ich habe, du hast, er/sie/es hat, wir haben, ihr habt, sie/Sie haben. sein tidak beraturan di semua bentuk; pada haben hanya du dan er/sie/es yang mengubah kata dasarnya.
Kapan memakai sein dan kapan haben?
sein menyatakan siapa, bagaimana, atau di mana seseorang: identitas, asal, profesi, usia, keadaan, tempat. haben menyatakan apa yang dimiliki seseorang, ditambah ungkapan tetap seperti Hunger, Durst, Angst, Zeit, dan Lust haben.
Apakah möchten bentuk dari mögen?
Secara asal-usul ya — möchte adalah Konjunktiv II dari mögen — tetapi pada A1 dipelajari sebagai verba sopan tersendiri yang berarti «ingin». möchten tidak punya infinitif dan bentuk lampau sendiri: di kamus tercantum mögen, masa lampaunya diungkapkan dengan wollte, dan ich möchtete tidak ada.
Mengapa er möchte, bukan er möchtet?
möchten mengikuti pola modal: bentuk ich dan er/sie/es sama dan tanpa -t. Akhiran -t hanya muncul pada du möchtest dan ihr möchtet.
Bagaimana mengatakan «saya lapar» dan «umur saya 20 tahun» dalam bahasa Jerman?
Ich habe Hunger — bahasa Jerman memakai haben, sedangkan bahasa Indonesia cukup dengan kata sifat «lapar». Usia dinyatakan dengan sein: Ich bin 20 Jahre alt, jadi jangan katakan ich habe 20 Jahre.

