Verba refleksif bahasa Jerman (reflexive Verben): mich, mir, sich
Verba refleksif memakai pronomina yang ikut berubah: mich, dich, sich, uns, euch. Biasanya Akkusativ; menjadi mir/dir bila sudah ada objek Akkusativ.
Aturan
Verba refleksif mengarahkan tindakan kembali kepada subjeknya: pelaku dan yang dikenai tindakan adalah orang yang sama. Bahasa Jerman menandainya dengan pronomina refleksif yang berubah menurut persona — ich wasche mich, du wäschst dich, er wäscht sich. Gagasannya dikenal dari «diri (sendiri)» dalam bahasa Indonesia, tetapi bahasa Indonesia sering tidak memerlukannya («saya bergegas»), sedangkan bahasa Jerman mempertahankannya.
Ada tiga kelompok:
- Verba refleksif sejati. Pronominanya bagian dari verba dan tidak bisa diganti objek lain: sich beeilen, sich erholen, sich erkälten, sich bedanken, sich schämen, sich befinden, sich verlieben, sich erinnern, sich freuen, sich interessieren. Pelajari verba ini bersama sich, seperti kata benda bersama artikelnya.
- Verba refleksif sebagian. Verba biasa yang bisa memakai objek apa pun; pronomina refleksif hanya muncul bila objek itu subjeknya sendiri: (sich) waschen, (sich) anziehen, (sich) ausziehen, (sich) kämmen, (sich) rasieren, (sich) verletzen, (sich) setzen. Bandingkan Ich ziehe das Kind an (saya memakaikan baju pada anak itu) dan Ich ziehe mich an (saya berpakaian).
- Makna timbal balik. Dengan wir, ihr, dan sie pronominanya bisa berarti «saling»: sich treffen, sich streiten, sich unterhalten, sich küssen, sich duzen. Wir treffen uns = kita saling bertemu; einander atau gegenseitig menegaskannya.
Akusatif atau datif? Pada dasarnya pronomina ini berkasus akusatif (Akkusativ) dan berpindah ke kasus datif (Dativ) begitu kalimat sudah memiliki objek Akkusativ: Ich wasche mich → Ich wasche mir die Hände. Hanya ich dan du yang punya dua bentuk berbeda; persona lain memakai satu bentuk untuk kedua kasus. Objek Dativ tidak memicu perubahan ini (Ich stelle mich dem Chef vor). Beberapa ungkapan memang selalu Dativ: sich etwas vorstellen (= membayangkan), sich etwas merken, sich etwas ansehen, sich etwas leisten, sich Sorgen machen.
Bentuk dan letak. sich dipakai untuk er/sie/es, sie (jamak), dan Sie (sopan), dan tetap ditulis dengan huruf kecil: Setzen Sie sich. Dalam Perfekt (lampau lisan) semua verba refleksif memakai haben: Ich habe mich beeilt. Dalam kalimat utama pronomina berdiri langsung setelah verba yang dikonjugasi (Gestern hat sich mein Bruder verletzt), tetapi setelah pronomina subjek bila ada (Gestern hat er sich verletzt); dengan subjek berupa kata benda kedua urutan benar, dan pronomina di depan lebih lazim. Kalimat perintah tetap memakainya: Beeil dich! Setzt euch! Beeilen Sie sich! Banyak verba refleksif juga terikat pada preposisi tetap (sich freuen auf, sich interessieren für, sich erinnern an) — sistemnya dibahas di bab tersendiri.
Contoh
- Ich muss mich beeilen, sonst verpasse ich den Zug. — Saya harus bergegas, kalau tidak saya ketinggalan kereta.
- Wäschst du dir bitte vor dem Essen die Hände? — Tolong cuci tanganmu sebelum makan, ya?
- Setzen Sie sich bitte! — Silakan duduk! (formal)
- Im Urlaub haben wir uns gut erholt. — Selama liburan kami beristirahat dengan baik.
- Beim Sport hat er sich den Arm verletzt. — Saat berolahraga lengannya (laki-laki) cedera.
- Kannst du dir das vorstellen? — Bisakah kamu membayangkannya?
- Meine Eltern interessieren sich für moderne Kunst. — Orang tua saya tertarik pada seni modern.
- Wir treffen uns morgen um acht vor dem Kino. — Besok kita bertemu pukul delapan di depan bioskop.
- Ich freue mich schon auf das Wochenende. — Saya sudah menantikan akhir pekan.
Tabel
| Subjek | akusatif (Akkusativ) | datif (Dativ) |
|---|---|---|
| ich | mich | mir |
| du | dich | dir |
| er / sie / es | sich | sich |
| wir | uns | uns |
| ihr | euch | euch |
| sie (jamak) | sich | sich |
| Sie (sopan) | sich | sich |
| Tanpa objek langsung → akusatif (Akkusativ) | Dengan objek langsung → datif (Dativ) |
|---|---|
| Ich wasche mich. | Ich wasche mir die Hände. |
| Ich ziehe mich an. | Ich ziehe mir die Jacke an. |
| Er verletzt sich. | Er verletzt sich den Arm. |
| Ich stelle mich vor. (memperkenalkan diri) | Ich stelle mir das vor. (membayangkannya) |
Kesalahan umum
- ❌ Ich wasche mich die Hände. → ✅ Ich wasche mir die Hände. — die Hände sudah menjadi objek Akkusativ, sehingga pronomina refleksif pindah ke Dativ.
- ❌ Ich muss beeilen. → ✅ Ich muss mich beeilen. — sich beeilen adalah verba refleksif sejati; tanpa pronomina kalimatnya tidak lengkap.
- ❌ Wir freuen sich auf den Urlaub. → ✅ Wir freuen uns auf den Urlaub. — pronomina menyesuaikan diri dengan subjek; sich hanya untuk er/sie/es, sie (jamak), dan Sie.
- ❌ Ich bin mich erkältet. → ✅ Ich habe mich erkältet. — verba refleksif membentuk Perfekt dengan haben, juga bila menyatakan perubahan keadaan.
- ❌ Ich kann mich das nicht vorstellen. → ✅ Ich kann mir das nicht vorstellen. — sich etwas vorstellen (= membayangkan) memakai Dativ; sich vorstellen dengan Akkusativ berarti «memperkenalkan diri».
Pertanyaan umum
Apa itu verba refleksif dan bagaimana mengenalinya?
Subjek dan objeknya orang yang sama; verba itu disertai pronomina yang berubah menurut persona (mich, dich, sich, uns, euch, sich). Kamus mencantumkannya dengan sich: sich beeilen, sich erholen.
Kapan pronomina refleksif berbentuk Akkusativ dan kapan Dativ?
Pada dasarnya Akkusativ; menjadi Dativ begitu kalimat sudah memiliki objek Akkusativ: Ich wasche mich → Ich wasche mir die Hände. Hanya ich dan du punya dua bentuk, dan objek Dativ tidak memicu perubahan ini.
Verba mana yang wajib memakai sich?
Verba refleksif sejati: sich beeilen, sich erholen, sich erkälten, sich bedanken, sich schämen, sich befinden, sich verlieben, sich erinnern, sich freuen, sich interessieren. Verba refleksif sebagian seperti waschen atau anziehen bisa memakai objek apa pun.
Verba bantu apa yang dipakai verba refleksif dalam Perfekt?
Selalu haben, dan pronominanya tetap berada di depan partisip: Ich habe mich beeilt. Ini juga berlaku untuk sich erkälten dan sich verletzen.
Di mana letak pronomina refleksif dalam kalimat?
Dalam kalimat utama langsung setelah verba yang dikonjugasi (Gestern hat sich mein Bruder verletzt), tetapi setelah pronomina subjek bila ada (Gestern hat er sich verletzt). Kalimat perintah tetap memakainya (Beeil dich!), dan dalam bentuk sopan sich tetap ditulis dengan huruf kecil (Setzen Sie sich.).

