BRAGIflash
Download on the App StoreGet it on Google Play
B1Menengah3 menit bacaDiperbarui

Präteritum bahasa Jerman (kala lampau tulis): bentuk, akhiran, dan pemakaiannya

Verba lemah mendapat -te (machte), verba kuat mengubah vokal tanpa akhiran pada ich/er (ging). Präteritum untuk tulisan, Perfekt untuk lisan.

Aturan

Präteritum (≈ kala lampau tulis) adalah kala lampau satu kata: tanpa verba bantu, verbanya sendiri membawa penanda lampau — ich machte, ich ging. Präteritum melaporkan fakta lampau yang sama dengan Perfekt (≈ lampau lisan); Perfekt dapat sekaligus menekankan hasil yang terlihat sekarang. Bahasa Indonesia tidak mengonjugasi verba, jadi bentuk-bentuk ini sepenuhnya baru.

Tiga cara pembentukan:

  • Verba lemah (beraturan) — kata dasar + -te + akhiran persona: ich machte, du machtest, er machte, wir machten, ihr machtet, sie machten. Kata dasar berakhiran -t atau -d (serta öffn-, rechn-, atm-, regn-) menyisipkan -e-: arbeitete, wartete, öffnete. Kata dasar yang sekadar berakhiran -n tidak: wohnen → wohnte, lernen → lernte.
  • Verba kuat — vokal kata dasar berubah (Ablaut), dan perubahan itu saja sudah menandai kala lampau, sehingga ich dan er/sie/es tanpa akhiran: ich ging, du gingst, er ging, wir gingen, ihr gingt, sie gingen. Kata dasar kuat berakhiran -d atau -t mendapat -e- sebelum akhiran du/ihr: du fandest, ihr fandet.
  • Verba campuran — kata dasar berubah dan akhiran lemah -te: bringen → brachte, denken → dachte, kennen → kannte, nennen → nannte, rennen → rannte, brennen → brannte, wissen → wusste.

sein, haben, werden tidak beraturan dan sangat umum: war, hatte, wurde. Verba modal berbentuk lemah tanpa Umlaut: dürfen → durfte, können → konnte, mögen → mochte, müssen → musste; wollen → wollte dan sollen → sollte memang tidak punya Umlaut. Awas: könnte, müsste, dürfte, möchte — juga bräuchte yang informal — adalah Konjunktiv II (pengandaian), bukan Präteritum; hanya sollte dan wollte sama bentuknya dalam Präteritum dan Konjunktiv II, jadi konteks yang menentukan.

Susunan kata sama dengan kala kini, karena Präteritum hanya satu verba: posisi 2 dalam kalimat utama, awalan terpisah di akhir (Der Zug fuhr pünktlich ab), seluruh verba di akhir anak kalimat (…, weil der Zug pünktlich abfuhr).

Kala lampau mana? Keduanya sama dengan «sudah»; pilihannya bergantung pada jenis teks, bukan waktu. Präteritum untuk tulisan: cerita, dongeng, berita, laporan, riwayat hidup. Perfekt untuk lisan: percakapan, obrolan, surel santai. Pengecualian: sein, haben, werden, verba modal, dan es gibt (→ es gab) memakai Präteritum juga dalam percakapan: Ich war krank jauh lebih wajar daripada Ich bin krank gewesen.

Contoh

  • Als Kind spielte ich jeden Tag im Hof. — Waktu kecil saya bermain di halaman setiap hari.
  • Wir wohnten damals in einer kleinen Wohnung in Leipzig. — Waktu itu kami tinggal di sebuah apartemen kecil di Leipzig.
  • Er arbeitete zehn Jahre lang bei derselben Firma. — Ia bekerja sepuluh tahun di perusahaan yang sama.
  • Sie ging zur Post und kaufte Briefmarken. — Ia pergi ke kantor pos dan membeli prangko.
  • Der Zug fuhr pünktlich ab und kam um acht in München an. — Kereta berangkat tepat waktu dan tiba di München pukul delapan.
  • Ich brachte ihr Blumen, weil sie Geburtstag hatte. — Saya membawakannya bunga karena ia berulang tahun.
  • Niemand wusste, wo der Schlüssel war. — Tidak ada yang tahu di mana kuncinya berada.
  • Es gab damals noch kein Internet. — Waktu itu belum ada internet.
  • Gestern war ich müde und hatte keine Lust auf das Konzert. — Kemarin saya lelah dan tidak berminat menonton konser.
  • Es wurde dunkel, und wir mussten nach Hause gehen. — Hari mulai gelap, dan kami harus pulang.

Tabel

Persona lemah: machen lemah dengan -e-: arbeiten kuat: gehen campuran: bringen
ich machte arbeitete ging brachte
du machtest arbeitetest gingst brachtest
er/sie/es machte arbeitete ging brachte
wir machten arbeiteten gingen brachten
ihr machtet arbeitetet gingt brachtet
sie/Sie machten arbeiteten gingen brachten
Persona sein haben werden
ich war hatte wurde
du warst hattest wurdest
er/sie/es war hatte wurde
wir waren hatten wurden
ihr wart hattet wurdet
sie/Sie waren hatten wurden
Infinitiv Präteritum Contoh
dürfen durfte Ich durfte abends nicht fernsehen.
können konnte Er konnte damals kein Deutsch.
mögen mochte Sie mochte den Film nicht.
müssen musste Wir mussten früh aufstehen.
sollen sollte Ich sollte um acht da sein.
wollen wollte Er wollte nicht mitkommen.
Infinitiv Präteritum Infinitiv Präteritum
gehen ging finden fand
kommen kam schreiben schrieb
fahren fuhr bleiben blieb
geben gab stehen stand
sehen sah trinken trank
sprechen sprach bringen (campuran) brachte
nehmen nahm denken (campuran) dachte
kennen (campuran) kannte wissen (campuran) wusste

Kesalahan umum

  • ❌ Ich gingte nach Hause. → ✅ Ich ging nach Hause. — perubahan vokal sudah menandai kala lampau, dan ich serta er/sie/es tanpa akhiran; -te hanya untuk verba lemah.
  • ❌ Er arbeitte den ganzen Tag. → ✅ Er arbeitete den ganzen Tag. — sesudah kata dasar berakhiran -t atau -d, -e- disisipkan sebelum akhiran -te.
  • ❌ Ich denkte, du kommst später. → ✅ Ich dachte, du kommst später. — verba campuran mengubah kata dasar dan mendapat akhiran lemah -te.
  • ❌ Ich könnte dich gestern nicht erreichen. → ✅ Ich konnte dich gestern nicht erreichen. — Präteritum verba modal tanpa Umlaut; könnte adalah Konjunktiv II («akan bisa / seandainya bisa»).
  • ❌ Der Zug abfuhr pünktlich. → ✅ Der Zug fuhr pünktlich ab. — dalam kalimat utama awalan terpisah ke akhir, seperti dalam kala kini.

Pertanyaan umum

Bagaimana cara membentuk Präteritum?

Verba lemah: kata dasar + -te + akhiran persona (machte, arbeitete). Verba kuat: vokal kata dasar berubah dan tanpa akhiran pada ich dan er/sie/es (ging, kam, fuhr). Verba campuran: kata dasar berubah ditambah -te (brachte, dachte, wusste).

Präteritum atau Perfekt — kala lampau mana yang dipakai?

Keduanya melaporkan fakta lampau yang sama; Perfekt dapat sekaligus menekankan hasil yang terlihat sekarang. Präteritum adalah kala narasi dan laporan tertulis, Perfekt kala lampau yang biasa dalam percakapan. sein, haben, werden, verba modal, dan es gibt (es gab) memakai Präteritum juga dalam bahasa lisan — di Jerman selatan, Austria, dan Swiss bahkan war dan hatte sering diganti Perfekt dalam percakapan; keduanya bahasa Jerman baku.

Apa bentuk Präteritum dari sein, haben, dan werden?

war, warst, war, waren, wart, waren; hatte, hattest, hatte, hatten, hattet, hatten; wurde, wurdest, wurde, wurden, wurdet, wurden.

konnte atau könnte?

konnte adalah Präteritum dan menyatakan fakta lampau (Ich konnte nicht kommen); könnte adalah Konjunktiv II dan menyatakan kemungkinan atau kesopanan (Ich könnte morgen kommen). Dalam Präteritum verba modal kehilangan Umlaut: durfte, konnte, mochte, musste.

Mengapa ich dan er/sie/es tidak berakhiran pada verba kuat?

Karena pada verba kuat perubahan vokal itu sendiri sudah menandai kala lampau; akhiran tambahan tidak diperlukan. Jadi ich ging dan er ging sama, sedangkan du gingst, wir gingen, ihr gingt, sie gingen membawa akhiran biasa.