Konjunktiv I dan kalimat tidak langsung bahasa Jerman: bentuk, kala, urutan kata
Kalimat tidak langsung dalam bahasa Jerman tulis: kata dasar infinitif + -e (er sage, er habe; sein: er sei); jika sama dengan indikatif, pakai Konjunktiv II.
Aturan
Konjunktiv I menyampaikan ucapan orang lain tanpa penulis menjamin kebenarannya — khas berita, laporan, notulen, dan kutipan ilmiah. Bahasa Indonesia cukup memakai «bahwa» atau «katanya»; bahasa Jerman tulis mengubah verbanya.
Pembentukan: kata dasar infinitif (infinitif tanpa -en) + -e, -est, -e, -en, -et, -en: sagen → er sage, können → er könne. Verba kuat tanpa Umlaut atau perubahan vokal: er fährt → er fahre, er gibt → er gebe. Hanya sein tidak beraturan: ich sei, er sei tanpa -e.
Bentuk yang dipakai: persona ketiga tunggal semua verba, semua bentuk sein, dan — pada verba modal dan wissen — juga persona pertama tunggal (ich könne, ich wisse, karena indikatifnya ich kann, ich weiß). Bentuk du/ihr (du habest, ihr habet) umumnya berbeda, tetapi kuno; kini dipakai Konjunktiv II (bentuk pengandaian).
Aturan pengganti: jika Konjunktiv I sama dengan indikatif (wir haben, sie kommen), pakai Konjunktiv II (sie hätten, sie kämen); jika Konjunktiv II pun sama dengan Präteritum (lampau tulis), seperti pada semua verba lemah (beraturan): sie arbeiteten, pakai würde + infinitif (sie würden arbeiten).
Tiga tingkat waktu:
- kini → Konjunktiv I (er arbeite);
- lampau → habe/sei + Partizip II (partisip lampau; er habe gearbeitet, er sei gekommen), untuk Perfekt (lampau lisan), Präteritum, dan Plusquamperfekt (lampau sempurna) asli; verba bantunya seperti dalam Perfekt;
- mendatang → werde + infinitif (er werde anrufen).
Urutan kata: dengan dass verba yang dikonjugasi di akhir (Er sagt, dass er müde sei); tanpa dass berlaku urutan kalimat utama, verba di posisi 2 (Er sagt, er sei müde). Koma wajib pada keduanya. Laporan panjang biasanya tanpa dass.
Pertanyaan dan perintah: pertanyaan ya-tidak → ob, pertanyaan dengan kata tanya → kata tanyanya sendiri; keduanya anak kalimat dengan verba di akhir. Perintah → sollen, permintaan sopan → mögen.
Pergeseran: pronomina mengikuti sudut pandang baru (ich → er/sie, mein → sein/ihr); keterangan waktu dan tempat berubah (morgen → am nächsten Tag, gestern → am Tag zuvor, heute → an diesem Tag, hier → dort) — bila situasi pelaporannya berbeda.
Dalam percakapan dipakai dass + indikatif atau Konjunktiv II. Konjunktiv I juga hidup dalam ungkapan tetap: Es lebe die Freiheit!, Man nehme drei Eier …, Gott sei Dank.
Contoh
- Sie schreibt, sie sei krank und könne morgen nicht kommen. — Ia (perempuan) menulis bahwa ia sakit dan besok tidak bisa datang.
- Der Sprecher sagte, die Regierung plane keine neuen Steuern. — Menurut juru bicara, pemerintah tidak merencanakan pajak baru.
- Er behauptet, er habe davon nichts gewusst. — Ia (laki-laki) mengaku tidak tahu apa-apa tentang hal itu.
- Die Zeugin erklärte, sie sei um acht Uhr nach Hause gegangen. — Saksi (perempuan) itu menyatakan sudah pulang pukul delapan.
- Der Minister betonte, man werde die Ergebnisse im Mai veröffentlichen. — Menteri menegaskan bahwa hasilnya akan diumumkan pada bulan Mei.
- Mein Kollege sagt, dass er die Zahlen noch prüfen müsse. — Rekan kerja saya mengatakan bahwa ia masih harus memeriksa angka-angkanya.
- Sie fragte, ob er noch Zeit habe. — Ia (perempuan) bertanya apakah ia (laki-laki) masih punya waktu.
- Der Arzt sagte, ich solle mich zwei Tage ausruhen. — Kata dokter, saya harus beristirahat dua hari.
- Die Nachbarn behaupten, sie hätten nichts gehört. — Para tetangga mengaku tidak mendengar apa-apa.
Tabel
| Persona | sein | haben | werden | können | gehen |
|---|---|---|---|---|---|
| ich | sei | habe = |
werde = |
könne | gehe = |
| du | sei(e)st | habest | werdest | könnest | gehest |
| er/sie/es | sei | habe | werde | könne | gehe |
| wir | seien | haben = |
werden = |
können = |
gehen = |
| ihr | seiet | habet | werdet = |
könnet | gehet |
| sie/Sie | seien | haben = |
werden = |
können = |
gehen = |
Cetak tebal = bentuk yang dipakai; = = sama dengan indikatif → Konjunktiv II (hätte, hätten, könnten, kämen) atau würde + infinitif (sie würden gehen), bukan gingen (= Präteritum).
| Kalimat langsung | Yang berubah | Kalimat tidak langsung |
|---|---|---|
| „Ich arbeite in Berlin.“ | kini → Konjunktiv I | Er sagt, er arbeite in Berlin. |
| „Ich habe lange gewartet.“ / „Ich wartete lange.“ | Perfekt, Präteritum, Plusquamperfekt → satu bentuk lampau | Er sagt, er habe lange gewartet. |
| „Ich bin zu spät gekommen.“ | lampau dengan sein | Er sagt, er sei zu spät gekommen. |
| „Ich werde morgen anrufen.“ | mendatang | Er sagte, er werde am nächsten Tag anrufen. |
| „Hast du Zeit?“ | pertanyaan ya-tidak → ob | Er fragte, ob sie Zeit habe. |
| „Wann beginnt der Film?“ | pertanyaan dengan kata tanya → kata tanya, verba di akhir | Er fragte, wann der Film beginne. |
| „Ruf mich an!“ | perintah → sollen | Er sagte, ich solle ihn anrufen. |
| „Wir haben nichts gehört.“ | Konjunktiv I = indikatif → Konjunktiv II | Sie sagen, sie hätten nichts gehört. |
Kesalahan umum
- ❌ Er sagt, er seie krank. → ✅ Er sagt, er sei krank. — sein tidak beraturan: persona pertama dan ketiga tunggal tanpa -e.
- ❌ Sie sagt, sie fähre nach Wien. → ✅ Sie sagt, sie fahre nach Wien. — dasarnya kata dasar infinitif, jadi tanpa Umlaut indikatif.
- ❌ Sie schreibt, sie habe gestern nach Berlin gefahren. → ✅ Sie schreibt, sie sei gestern nach Berlin gefahren. — verba bantunya sama seperti dalam Perfekt.
- ❌ Er fragte, dass sie Zeit habe. → ✅ Er fragte, ob sie Zeit habe. — pertanyaan ya-tidak dilaporkan dengan ob; dass untuk pernyataan.
- ❌ Er fragte, wann beginnt der Film. → ✅ Er fragte, wann der Film beginne. — pertanyaan yang dilaporkan adalah anak kalimat: verba di akhir, dalam bentuk Konjunktiv.
Pertanyaan umum
Bagaimana membentuk Konjunktiv I?
Kata dasar infinitif + -e, -est, -e, -en, -et, -en. Verba kuat mempertahankan vokal kata dasarnya (er fahre, er gebe); sein tidak beraturan (er sei). Dalam teks nyata hampir selalu dipakai bentuk persona ketiga tunggal.
Apa yang harus dilakukan jika bentuk Konjunktiv I sama dengan indikatif?
Pakai Konjunktiv II (wir haben → wir hätten, sie kommen → sie kämen). Jika bentuk itu pun sama dengan Präteritum — seperti pada verba lemah (sie arbeiteten) — pakai würde + Infinitiv.
Bagaimana melaporkan sesuatu yang terjadi di masa lampau?
Hanya dengan satu bentuk: habe/sei + Partizip II (er habe gearbeitet, er sei gekommen), entah kalimat aslinya Perfekt, Präteritum, atau Plusquamperfekt. Verba bantunya sama dengan verba bantu dalam Perfekt.
Bagaimana melaporkan pertanyaan dan perintah?
Pertanyaan ya-tidak dengan ob, pertanyaan dengan kata tanya dengan kata tanyanya sendiri, keduanya dengan verba di akhir (Er fragte, ob sie Zeit habe / wann der Film beginne). Perintah menjadi sollen, permintaan sopan menjadi mögen.
Apakah Konjunktiv I harus dipakai dalam percakapan?
Tidak. Konjunktiv I milik berita, laporan, dan tulisan formal, dan menandakan bahwa penulis hanya meneruskan pernyataan orang lain. Dalam percakapan orang Jerman melaporkan dengan dass + indikatif atau dengan Konjunktiv II; beberapa ungkapan tetap mempertahankan bentuk lama (Es lebe die Freiheit!, Man nehme …, Gott sei Dank).

