BRAGIflash
Download on the App StoreGet it on Google Play
B2Menengah atas4 menit bacaDiperbarui

Konjunktiv I dan kalimat tidak langsung bahasa Jerman: bentuk, kala, urutan kata

Kalimat tidak langsung dalam bahasa Jerman tulis: kata dasar infinitif + -e (er sage, er habe; sein: er sei); jika sama dengan indikatif, pakai Konjunktiv II.

Aturan

Konjunktiv I menyampaikan ucapan orang lain tanpa penulis menjamin kebenarannya — khas berita, laporan, notulen, dan kutipan ilmiah. Bahasa Indonesia cukup memakai «bahwa» atau «katanya»; bahasa Jerman tulis mengubah verbanya.

Pembentukan: kata dasar infinitif (infinitif tanpa -en) + -e, -est, -e, -en, -et, -en: sagen → er sage, können → er könne. Verba kuat tanpa Umlaut atau perubahan vokal: er fährt → er fahre, er gibt → er gebe. Hanya sein tidak beraturan: ich sei, er sei tanpa -e.

Bentuk yang dipakai: persona ketiga tunggal semua verba, semua bentuk sein, dan — pada verba modal dan wissen — juga persona pertama tunggal (ich könne, ich wisse, karena indikatifnya ich kann, ich weiß). Bentuk du/ihr (du habest, ihr habet) umumnya berbeda, tetapi kuno; kini dipakai Konjunktiv II (bentuk pengandaian).

Aturan pengganti: jika Konjunktiv I sama dengan indikatif (wir haben, sie kommen), pakai Konjunktiv II (sie hätten, sie kämen); jika Konjunktiv II pun sama dengan Präteritum (lampau tulis), seperti pada semua verba lemah (beraturan): sie arbeiteten, pakai würde + infinitif (sie würden arbeiten).

Tiga tingkat waktu:

  • kini → Konjunktiv I (er arbeite);
  • lampau → habe/sei + Partizip II (partisip lampau; er habe gearbeitet, er sei gekommen), untuk Perfekt (lampau lisan), Präteritum, dan Plusquamperfekt (lampau sempurna) asli; verba bantunya seperti dalam Perfekt;
  • mendatang → werde + infinitif (er werde anrufen).

Urutan kata: dengan dass verba yang dikonjugasi di akhir (Er sagt, dass er müde sei); tanpa dass berlaku urutan kalimat utama, verba di posisi 2 (Er sagt, er sei müde). Koma wajib pada keduanya. Laporan panjang biasanya tanpa dass.

Pertanyaan dan perintah: pertanyaan ya-tidak → ob, pertanyaan dengan kata tanya → kata tanyanya sendiri; keduanya anak kalimat dengan verba di akhir. Perintah → sollen, permintaan sopan → mögen.

Pergeseran: pronomina mengikuti sudut pandang baru (ich → er/sie, mein → sein/ihr); keterangan waktu dan tempat berubah (morgen → am nächsten Tag, gestern → am Tag zuvor, heute → an diesem Tag, hier → dort) — bila situasi pelaporannya berbeda.

Dalam percakapan dipakai dass + indikatif atau Konjunktiv II. Konjunktiv I juga hidup dalam ungkapan tetap: Es lebe die Freiheit!, Man nehme drei Eier …, Gott sei Dank.

Contoh

  • Sie schreibt, sie sei krank und könne morgen nicht kommen. — Ia (perempuan) menulis bahwa ia sakit dan besok tidak bisa datang.
  • Der Sprecher sagte, die Regierung plane keine neuen Steuern. — Menurut juru bicara, pemerintah tidak merencanakan pajak baru.
  • Er behauptet, er habe davon nichts gewusst. — Ia (laki-laki) mengaku tidak tahu apa-apa tentang hal itu.
  • Die Zeugin erklärte, sie sei um acht Uhr nach Hause gegangen. — Saksi (perempuan) itu menyatakan sudah pulang pukul delapan.
  • Der Minister betonte, man werde die Ergebnisse im Mai veröffentlichen. — Menteri menegaskan bahwa hasilnya akan diumumkan pada bulan Mei.
  • Mein Kollege sagt, dass er die Zahlen noch prüfen müsse. — Rekan kerja saya mengatakan bahwa ia masih harus memeriksa angka-angkanya.
  • Sie fragte, ob er noch Zeit habe. — Ia (perempuan) bertanya apakah ia (laki-laki) masih punya waktu.
  • Der Arzt sagte, ich solle mich zwei Tage ausruhen. — Kata dokter, saya harus beristirahat dua hari.
  • Die Nachbarn behaupten, sie hätten nichts gehört. — Para tetangga mengaku tidak mendengar apa-apa.

Tabel

Persona sein haben werden können gehen
ich sei habe = werde = könne gehe =
du sei(e)st habest werdest könnest gehest
er/sie/es sei habe werde könne gehe
wir seien haben = werden = können = gehen =
ihr seiet habet werdet = könnet gehet
sie/Sie seien haben = werden = können = gehen =

Cetak tebal = bentuk yang dipakai; = = sama dengan indikatif → Konjunktiv II (hätte, hätten, könnten, kämen) atau würde + infinitif (sie würden gehen), bukan gingen (= Präteritum).

Kalimat langsung Yang berubah Kalimat tidak langsung
„Ich arbeite in Berlin.“ kini → Konjunktiv I Er sagt, er arbeite in Berlin.
„Ich habe lange gewartet.“ / „Ich wartete lange.“ Perfekt, Präteritum, Plusquamperfekt → satu bentuk lampau Er sagt, er habe lange gewartet.
„Ich bin zu spät gekommen.“ lampau dengan sein Er sagt, er sei zu spät gekommen.
„Ich werde morgen anrufen.“ mendatang Er sagte, er werde am nächsten Tag anrufen.
„Hast du Zeit?“ pertanyaan ya-tidak → ob Er fragte, ob sie Zeit habe.
„Wann beginnt der Film?“ pertanyaan dengan kata tanya → kata tanya, verba di akhir Er fragte, wann der Film beginne.
„Ruf mich an!“ perintah → sollen Er sagte, ich solle ihn anrufen.
„Wir haben nichts gehört.“ Konjunktiv I = indikatif → Konjunktiv II Sie sagen, sie hätten nichts gehört.

Kesalahan umum

  • ❌ Er sagt, er seie krank. → ✅ Er sagt, er sei krank. — sein tidak beraturan: persona pertama dan ketiga tunggal tanpa -e.
  • ❌ Sie sagt, sie fähre nach Wien. → ✅ Sie sagt, sie fahre nach Wien. — dasarnya kata dasar infinitif, jadi tanpa Umlaut indikatif.
  • ❌ Sie schreibt, sie habe gestern nach Berlin gefahren. → ✅ Sie schreibt, sie sei gestern nach Berlin gefahren. — verba bantunya sama seperti dalam Perfekt.
  • ❌ Er fragte, dass sie Zeit habe. → ✅ Er fragte, ob sie Zeit habe. — pertanyaan ya-tidak dilaporkan dengan ob; dass untuk pernyataan.
  • ❌ Er fragte, wann beginnt der Film. → ✅ Er fragte, wann der Film beginne. — pertanyaan yang dilaporkan adalah anak kalimat: verba di akhir, dalam bentuk Konjunktiv.

Pertanyaan umum

Bagaimana membentuk Konjunktiv I?

Kata dasar infinitif + -e, -est, -e, -en, -et, -en. Verba kuat mempertahankan vokal kata dasarnya (er fahre, er gebe); sein tidak beraturan (er sei). Dalam teks nyata hampir selalu dipakai bentuk persona ketiga tunggal.

Apa yang harus dilakukan jika bentuk Konjunktiv I sama dengan indikatif?

Pakai Konjunktiv II (wir haben → wir hätten, sie kommen → sie kämen). Jika bentuk itu pun sama dengan Präteritum — seperti pada verba lemah (sie arbeiteten) — pakai würde + Infinitiv.

Bagaimana melaporkan sesuatu yang terjadi di masa lampau?

Hanya dengan satu bentuk: habe/sei + Partizip II (er habe gearbeitet, er sei gekommen), entah kalimat aslinya Perfekt, Präteritum, atau Plusquamperfekt. Verba bantunya sama dengan verba bantu dalam Perfekt.

Bagaimana melaporkan pertanyaan dan perintah?

Pertanyaan ya-tidak dengan ob, pertanyaan dengan kata tanya dengan kata tanyanya sendiri, keduanya dengan verba di akhir (Er fragte, ob sie Zeit habe / wann der Film beginne). Perintah menjadi sollen, permintaan sopan menjadi mögen.

Apakah Konjunktiv I harus dipakai dalam percakapan?

Tidak. Konjunktiv I milik berita, laporan, dan tulisan formal, dan menandakan bahwa penulis hanya meneruskan pernyataan orang lain. Dalam percakapan orang Jerman melaporkan dengan dass + indikatif atau dengan Konjunktiv II; beberapa ungkapan tetap mempertahankan bentuk lama (Es lebe die Freiheit!, Man nehme …, Gott sei Dank).