Gaya nominal dan gaya verbal (Nominalstil): mengubah anak kalimat menjadi frasa
Gaya nominal memadatkan anak kalimat menjadi frasa kata benda: weil → wegen + Genitiv, obwohl → trotz, nachdem → nach, bevor → vor, wenn → bei.
Aturan
Dalam gaya verbal (Verbalstil) informasi ada di verba dan anak kalimat; dalam gaya nominal (Nominalstil) informasi yang sama ada di kata benda dan frasa preposisi, dan kalimat hanya menyisakan satu verba finit.
Weil das Wetter schlecht war, wurde das Spiel abgesagt. → Wegen des schlechten Wetters wurde das Spiel abgesagt.
Keduanya benar; bedanya ragam dan kepadatan, bukan tata bahasa. Untuk memadatkan, ganti konjungsi dengan preposisinya (delapan pasangan di tabel). Tiga pasangan lain mengikuti prinsip yang sama: seit(dem) → seit + datif (Dativ), ohne dass → ohne + akusatif (Akkusativ), (an)statt dass → (an)statt + genitif (Genitiv).
Waspadai: dalam bahasa Indonesia «karena», «setelah», «sebelum» bisa diikuti kata benda atau klausa; bahasa Jerman umumnya memisahkannya: nachdem + anak kalimat, nach + frasa kata benda (hanya während dan seit bisa keduanya, seperti «selama»).
Di dalam frasa baru, subjek menjadi atribut genitif (Genitivattribut): der Minister trat zurück → der Rücktritt des Ministers (seperti «pengunduran diri menteri itu»). Subjek berupa pronomina menjadi artikel posesif (nach seiner Rückkehr). Objek akusatif juga menjadi atribut genitif (die Erhöhung der Preise); adverbia menjadi adjektiva atributif yang berakhiran (seine schnelle Reaktion).
von + datif (Dativ) dipakai dalam dua situasi: (1) tanpa artikel atau adjektiva pembawa akhiran genitif — jamak tanpa artikel dan kata benda tak terhitung (die Einführung von Studiengebühren); di sini genitif mustahil; (2) pada nama orang dan pronomina persona (ein Vorschlag von Frau Berger) — sekadar pilihan lazim, karena nama dapat menandai genitif sendiri (Frau Bergers Vorschlag).
Kasus: wegen, trotz, dan während memerlukan genitif (Genitiv) dalam bahasa tulis baku (wegen dem Wetter adalah ragam lisan dan regional, bukan kesalahan; trotz allem adalah ungkapan tetap dengan datif). Datif juga dipakai jika genitifnya tidak tampak (wegen Geschäften). bei, nach, vor, seit, dan zu di sini memerlukan datif (Dativ); genitif sesudahnya salah.
Harganya: frasa kata benda tidak menunjukkan kala maupun modus dan sering menyembunyikan pelaku serta modalitas. Die Prüfung des Beamten bisa berarti pegawai itu memeriksa atau diperiksa; jika itu penting, pertahankan anak kalimat atau tambahkan durch.
Gaya nominal lazim dalam undang-undang, surat resmi, teks akademik dan teknis, petunjuk, judul, dan papan pengumuman. Risikonya: rantai genitif (die Erhöhung der Kosten der Sanierung der Schule) dan teks birokratis yang sulit dibaca. Gaya ini lebih padat, bukan lebih baik; dalam percakapan, surel, atau jika pelaku penting, gaya verbal lebih jelas.
Cara mengurai: preposisi → konjungsi, kata benda → verba, atribut genitif → subjek (atau objek, jika kata bendanya dari verba transitif), adjektiva → adverbia, kala dari kalimat utama.
Contoh
- Wegen des schlechten Wetters wurde das Spiel abgesagt. — Karena cuaca buruk, pertandingan itu dibatalkan.
- Trotz der hohen Kosten hat sich das Projekt gelohnt. — Meskipun biayanya tinggi, proyek itu sepadan hasilnya.
- Bei Regen findet die Veranstaltung im großen Saal statt. — Jika hujan, acara itu diadakan di aula besar.
- Nach der Prüfung der Unterlagen teilen wir Ihnen das Ergebnis mit. — Setelah dokumen diperiksa, kami memberitahukan hasilnya kepada Anda.
- Zur Senkung der Kosten wurden zwei Filialen geschlossen. — Untuk menurunkan biaya, dua kantor cabang ditutup.
- Der Rücktritt des Ministers kam für alle überraschend. — Pengunduran diri menteri itu mengejutkan semua orang.
- Die Einführung von Studiengebühren wird zurzeit geprüft. — Pemberlakuan uang kuliah sedang dikaji.
Tabel
| Anak kalimat (gaya verbal) | Preposisi | Kasus | Gaya nominal |
|---|---|---|---|
| weil / da (sebab) | wegen | genitif (Genitiv) | Wegen des Regens blieben wir zu Hause. |
| obwohl (konsesif: «meskipun») | trotz | genitif (Genitiv) | Trotz des Regens spielten wir weiter. |
| wenn (waktu, syarat) | bei | datif (Dativ) | Bei Regen fällt das Spiel aus. |
| während (waktu bersamaan) | während | genitif (Genitiv) | Während der Sitzung bleiben die Handys aus. |
| nachdem (peristiwa lebih dulu) | nach | datif (Dativ) | Nach der Sitzung gab es eine Pause. |
| bevor (peristiwa kemudian) | vor | datif (Dativ) | Vor der Abreise bezahlte er alles. |
| damit / um … zu (tujuan) | zu / für | datif / akusatif (Dativ / Akkusativ) | Zur Senkung der Kosten wurden Filialen geschlossen. |
| dass … (fakta) | — (kata benda + genitif atau von) | genitif / von + datif (Genitiv / von + Dativ) | Der Rücktritt des Ministers überraschte alle. |
| Dalam anak kalimat | Dalam gaya nominal | Contoh |
|---|---|---|
| verba finit | kata benda (biasanya dengan preposisi) | es regnete → bei Regen |
| subjek (kata benda) | atribut genitif (Genitivattribut) | der Minister trat zurück → der Rücktritt des Ministers |
| subjek (pronomina) | artikel posesif (Possessivartikel) | er kehrte zurück → nach seiner Rückkehr |
| objek langsung (Akkusativ) | atribut genitif (Genitivattribut) | man erhöhte die Preise → die Erhöhung der Preise |
| kata benda tanpa artikel (jamak, kata benda tak terhitung) | von + datif (Dativ) | man führt Studiengebühren ein → die Einführung von Studiengebühren |
| adverbia | adjektiva atributif (berakhiran) | er reagierte schnell → seine schnelle Reaktion |
| negasi nicht | Nicht- / kein / ohne | er erschien nicht → sein Nichterscheinen (formal) |
Kesalahan umum
- ❌ Trotz des Regen spielten wir weiter. → ✅ Trotz des Regens spielten wir weiter. — trotz memerlukan genitif; kebanyakan kata benda maskulin dan netral mendapat -(e)s dalam hal ini (nomina lemah: -(e)n, des Kollegen).
- ❌ Wegen er zu spät kam, verpasste er den Anfang. → ✅ Wegen seiner Verspätung verpasste er den Anfang. — wegen adalah preposisi dan memerlukan frasa kata benda; anak kalimat memerlukan weil.
- ❌ Nach des Abschlusses der Arbeiten wurde die Straße freigegeben. → ✅ Nach dem Abschluss der Arbeiten wurde die Straße freigegeben. — nach adalah preposisi datif; di sini genitif milik wegen, trotz, während, (an)statt.
- ❌ Wegen seiner schnell Reaktion kam es zu keinem Unfall. → ✅ Wegen seiner schnellen Reaktion kam es zu keinem Unfall. — adverbia menjadi adjektiva atributif dan harus berakhiran.
- ❌ Die Einführung Studiengebühren wird geprüft. → ✅ Die Einführung von Studiengebühren wird geprüft. — jamak tanpa artikel tidak menunjukkan genitif; von + datif mengambil alih.
Pertanyaan umum
Apa beda Nominalstil dan Verbalstil dalam bahasa Jerman?
Dalam gaya verbal informasi ada di verba dan anak kalimat, dalam gaya nominal di kata benda dan frasa preposisi, sehingga kalimat hanya menyisakan satu verba finit: Weil das Wetter schlecht war, wurde das Spiel abgesagt = Wegen des schlechten Wetters wurde das Spiel abgesagt. Keduanya benar; versi nominal lebih padat dan lebih formal.
Preposisi mana menggantikan konjungsi mana?
weil/da → wegen + Genitiv, obwohl → trotz + Genitiv, wenn → bei + Dativ, während → während + Genitiv, nachdem → nach + Dativ, bevor → vor + Dativ, damit/um … zu → zu + Dativ atau für + Akkusativ, dan anak kalimat dass menjadi kata benda dengan atribut genitif. Dalam bahasa lisan juga terdengar wegen dem Wetter; genitif adalah bentuk baku tulis.
Apa yang terjadi pada subjek, objek, dan adverbia anak kalimat?
Subjek menjadi atribut genitif (der Rücktritt des Ministers) atau, jika berupa pronomina, artikel posesif (nach seiner Rückkehr); objek akusatif juga menjadi atribut genitif (die Erhöhung der Preise); adverbia menjadi adjektiva atributif yang berakhiran (seine schnelle Reaktion). Jika tidak ada artikel atau adjektiva yang membawa akhiran, genitif diganti von + Dativ (die Einführung von Studiengebühren); pada nama dan pronomina persona von juga lazim, walaupun nama dapat menandai genitif sendiri (Frau Bergers Vorschlag).
Bagaimana mengubah frasa nominal kembali menjadi anak kalimat?
Ambil konjungsi pasangan preposisinya, ubah kata benda kembali menjadi verba, jadikan atribut genitif atau artikel posesif sebagai subjek — atau objek, jika kata bendanya berasal dari verba transitif (die Erhöhung der Preise → man erhöhte die Preise) — ubah adjektiva atributif menjadi adverbia, dan ambil kala dari kalimat utama: Nach seiner Rückkehr rief er an → Nachdem er zurückgekehrt war, rief er an.
Kapan sebaiknya memakai gaya nominal, dan kapan tidak?
Dalam undang-undang dan surat resmi, teks akademik dan teknis, petunjuk, serta judul dan papan pengumuman. Tidak dalam percakapan, surel, atau di mana pun pelaku penting: frasa kata benda tidak menunjukkan kala maupun modus dan sering menyembunyikan siapa berbuat apa (die Prüfung des Beamten), dan genitif yang bertumpuk cepat sulit dibaca.

