BRAGIflash
Download on the App StoreGet it on Google Play
C1Mahir4 menit bacaDiperbarui

Verba modal subjektif bahasa Jerman: müssen, dürfte, könnte, sollen, wollen

Secara subjektif muss = hampir pasti, dürfte = kemungkinan besar, könnte = mungkin; sollen = kata orang lain, wollen = klaim subjek sendiri.

Aturan

Dalam pemakaian subjektif, verba modal (Modalverb) tidak menyatakan kemampuan, kewajiban, atau izin, tetapi menilai seberapa yakin penutur atau menandai dari mana informasinya berasal. Ujiannya adalah parafrase: Ich bin sicher, dass … («saya yakin bahwa …») atau Man sagt, dass … («kata orang, …»).

Bahasa Indonesia memakai kata keterangan atau verba untuk ini («pasti», «mungkin», «katanya», «mengaku»); bahasa Jerman memakai verba modal.

  • Tingkat keyakinan (penilaian penutur sendiri): müssen = hampir pasti, disimpulkan dari bukti; dürfte (hanya dalam bentuk Konjunktiv II, modus pengandaian: dürfte, dürften) = kemungkinan besar; können / könnte = kemungkinan terbuka; kann nicht = mustahil. mögen mengakui suatu hal dalam gaya formal (Das mag ja stimmen, aber …). müsste dan könnte adalah varian lunak muss dan kann.
  • Sumber informasi, bukan tingkat keyakinan: sollen = kata orang lain (kabar); wollen = pengakuan subjek tentang dirinya sendiri. Penutur tidak menjamin kebenaran keduanya.

Acuan waktu terletak pada infinitif. Kini: verba modal + Infinitiv Präsens (Er muss krank sein). Lampau: verba modal + Infinitiv Perfekt = Partizip II (partisip lampau) + haben atau sein (Er muss krank gewesen sein). Verba bantunya mengikuti Perfekt (lampau lisan) verba utama (verpassen → verpasst haben) dan berdiri paling akhir. Verba modalnya sendiri tetap dalam Präsens (kala kini; dalam teks naratif juga Präteritum (lampau tulis): Er musste krank gewesen sein) dan tidak dimasukkan ke Perfekt: Er hat zum Arzt gehen müssen benar, tetapi hanya berarti keharusan nyata.

Satu kalimat bisa bermakna ganda: Er muss zu Hause sein = «dia wajib berada di rumah» atau «saya yakin dia ada di rumah»; Er will Arzt sein = «dia ingin menjadi dokter» atau, lebih lazim, «dia mengaku sebagai dokter». Petunjuk makna subjektif: parafrasenya cocok, ada verba keadaan atau Infinitiv Perfekt sesudah verba modal, subjeknya tidak dapat bertindak (Es muss geregnet haben), atau ada partikel wohl, ja, doch.

Urutan kata mengikuti kurung verba (Verbklammer): verba modal di posisi 2, kelompok infinitif di akhir, nicht dan partikel di depannya; dalam anak kalimat verba modal paling akhir (…, weil sie den Zug verpasst haben muss). Alternatif yang tidak ambigu: sicher (müssen), wahrscheinlich (dürfte), vielleicht (könnte), angeblich (sollen), nach eigenen Angaben (wollen), serta Futur I (kala mendatang) dengan wohl.

Contoh

  • Er muss krank sein, denn er hustet seit Tagen. — Dia (laki-laki) pasti sakit, sebab sudah berhari-hari dia batuk.
  • Sie muss den Zug verpasst haben, sonst wäre sie längst hier. — Dia (perempuan) pasti ketinggalan kereta; kalau tidak, dia sudah lama tiba.
  • Das Paket dürfte morgen ankommen. — Paket itu kemungkinan besar tiba besok.
  • Der Fehler könnte im Vertrag stehen. — Kesalahannya mungkin ada di dalam kontrak.
  • Das kann nicht stimmen – die Rechnung geht nicht auf. — Itu tidak mungkin benar — angkanya tidak cocok.
  • Das mag ja stimmen, aber es hilft uns im Moment nicht weiter. — Itu mungkin saja benar, tetapi saat ini tidak membantu kita.
  • Der Minister soll von den Zahlen nichts gewusst haben. — Konon menteri itu sama sekali tidak tahu tentang angka-angka itu.
  • Sie will den Bericht schon vor Wochen abgeschickt haben. — Dia (perempuan) mengaku sudah mengirim laporan itu berminggu-minggu yang lalu.

Tabel

Verba modal Yang diisyaratkan penutur Contoh Parafrase Jerman Terjemahan
müssen hampir pasti, disimpulkan dari bukti Er muss krank sein. Ich bin sicher, dass er krank ist. Dia pasti sakit.
dürfte (Konjunktiv II) kemungkinan besar Das Paket dürfte morgen ankommen. Das Paket kommt wahrscheinlich morgen an. Paket itu kemungkinan besar tiba besok.
können / könnte kemungkinan terbuka Der Fehler könnte im Vertrag stehen. Vielleicht steht der Fehler im Vertrag. Kesalahannya mungkin ada di dalam kontrak.
kann nicht mustahil Das kann nicht stimmen. Es ist ausgeschlossen, dass das stimmt. Itu tidak mungkin benar.
mögen konsesi (ragam formal) Das mag ja stimmen, aber … Es stimmt vielleicht, aber … Itu mungkin saja benar, tetapi …
sollen kabar: orang lain yang mengatakannya Der Minister soll nichts gewusst haben. Man sagt, dass der Minister nichts gewusst hat. Konon menteri itu tidak tahu apa-apa.
wollen klaim subjek sendiri Sie will den Bericht abgeschickt haben. Sie behauptet, dass sie den Bericht abgeschickt hat. Dia (perempuan) mengaku sudah mengirim laporan itu.
Acuan waktu Bentuk Contoh Terjemahan
kini verba modal + Infinitiv Präsens Er muss krank sein. Dia pasti sakit.
lampau verba modal + Infinitiv Perfekt (Partizip II + haben/sein) Er muss krank gewesen sein. Dia pasti sakit waktu itu.
hanya objektif Perfekt verba modal (infinitif ganda) Er hat zum Arzt gehen müssen. Dia terpaksa pergi ke dokter.

Kesalahan umum

  • ❌ Er hat krank sein müssen. (maksudnya: saya yakin dia sakit) → ✅ Er muss krank gewesen sein. — kalimat ❌ gramatikal, tetapi berarti keharusan nyata; untuk dugaan, acuan lampau masuk ke infinitif.
  • ❌ Er darf um die fünfzig sein. (maksudnya: kemungkinan besar) → ✅ Er dürfte um die fünfzig sein. — kalimat ❌ gramatikal, tetapi darf memberi izin; sebagai dugaan, dürfen hanya ada dalam bentuk dürfte.
  • ❌ Er soll nichts davon gewusst haben. (maksudnya: itu pengakuannya sendiri) → ✅ Er will nichts davon gewusst haben. — kalimat ❌ gramatikal, tetapi berarti «kata orang»; wollen melaporkan pengakuan subjek sendiri.
  • ❌ Sie muss den Zug verpasst sein. → ✅ Sie muss den Zug verpasst haben. — Infinitiv Perfekt memakai verba bantu Perfekt verba utama: verpassen memakai haben.
  • ❌ Das muss nicht stimmen. (maksudnya: itu mustahil) → ✅ Das kann nicht stimmen. — kalimat ❌ gramatikal, tetapi muss nicht hanya berarti «belum tentu»; mustahil = kann nicht.

Topik terkait

Makna objektif verba modal, Konjunktiv II di balik dürfte, dan Konjunktiv I punya bab tersendiri.

Pertanyaan umum

Apa arti subjektif verba modal dalam bahasa Jerman?

Verba modal tidak lagi menyatakan kemampuan atau kewajiban, tetapi menilai seberapa yakin penutur atau menandai klaim siapa yang dilaporkan kalimat itu. Ujiannya parafrase: Er muss krank sein = Ich bin sicher, dass er krank ist; untuk sollen: Man sagt, dass …

Verba modal mana yang menyatakan tingkat keyakinan apa?

muss (hampir pasti) › dürfte (kemungkinan besar) › kann/könnte (mungkin). Kann nicht menyatakan bahwa sesuatu mustahil, dan mögen mengakui suatu hal sebelum membantahnya: Das mag ja stimmen, aber …

Bagaimana menyatakan dugaan tentang masa lampau?

Verba modal tetap dalam Präsens, dan acuan waktunya masuk ke infinitif: Er muss krank gewesen sein, Sie muss den Zug verpasst haben. Infinitiv Perfekt = Partizip II + haben atau sein; verba modalnya sendiri tidak dimasukkan ke Perfekt.

Apa beda sollen dan wollen untuk menyampaikan klaim?

sollen melaporkan kata orang lain (Der Minister soll nichts gewusst haben), wollen melaporkan pengakuan subjek tentang dirinya sendiri (Sie will den Bericht abgeschickt haben). Keduanya tetap dalam Präsens dan menggeser waktu lewat Infinitiv Perfekt; penutur tidak menjamin kebenarannya.

Bagaimana membedakan makna objektif dan makna subjektif?

Coba parafrase dengan Ich bin sicher, dass … atau Man sagt, dass …; verba keadaan atau Infinitiv Perfekt sesudah verba modal, subjek yang tidak dapat bertindak (Es muss geregnet haben), dan partikel seperti wohl menunjuk ke makna subjektif. Alternatif yang tidak ambigu: sicher, wahrscheinlich, vielleicht, angeblich, atau Futur I dengan wohl.